Kumpulan Artikel Kami

Cerpen (11) Kesehatan (15) Numerologi (6) Sejarah (10) Sosial Budaya (21) Tips & Trik (8)
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

Monday, March 23, 2020

Kenali Tanda-Tanda Coronavirus dan Cara mencegahnya

March 23, 2020 0
Kenali Tanda-tanda Corona, ciri Corona atau gejala Corona, 700 Ribu Warga Indonesia Berpotensi Terpapar Covid-19

Wabah Covid-19 atau Virus Corona masih terjadi di Indonesia.

Bahkan penyebarannya belum terkendali kendati pemerintah dan pihak terkait sudah bekerja ekstra.

Cara sederhana agar tidak terpapar dengan berdiam diri di rumah dan menjaga jarak (social distancing) dan menghindari kontak.

(Menurut) data, kemungkinan yang kita miliki, yakni population of risk, adanya kelompok orang yang berisiko (terjangkit virus corona) adalah pada kisaran 600.000 hingga 700.000 (orang).

Angka tersebut didasarkan dari simulasi penelusuran siapa saja yang selama 14 hari terakhir melakukan kontak dekat dengan pasien positif corona.

Seluruh orang yang tercatat pun akan diperiksa kesehatannya, apakah mereka juga terjangkit virus yang sama atau tidak.

Apabila dia (pasien positif corona) berada di rumah, maka seluruh rumah akan diperiksa.

Apabila dia melakukan aktivitas di kantor, maka seluruh orang di kantor, di dalam ruang kerja itu akan dilakukan pemeriksaan.

Oleh sebab itu, pemerintah telah memutuskan untuk melaksanakan tes virus corona masal.

Dikonotasikan bahwa pemeriksaan secara massal itu adalah pemeriksaan yang mempunyai peluang kontak dengan kasus positif.

Ia sekaligus mengingatkan, tes masal merupakan seleksi awal terhadap mereka yang berpotensi tertular virus corona.

Tujuannya adalah untuk menemukan kasus-kasus yang berpotensi menjadi positif.

Oleh karena itu, hasil screening apabila positif, maka akan kita tindaklanjuti dengan pemeriksaan PCR untuk memastikan positif yang sesungguhnya.

Namun apabila hasil tes awal dinyatakan negatif, maka tim menyarankan orang itu mengisolasi diri di rumah dalam kurun waktu tertentu.

Apabila dalam kurun waktu tertentu tiba-tiba dirasakan gejala serupa Covid-19, maka segera periksa ke dokter.

Kasus pasien positif terjangkit virus corona di Indonesia sendiri per Jumat ini dilaporkan mencapai 369 orang.

Sehari sebelumnya, jumlah pasien Covid-19 berjumlah 308 orang.

Dari total jumlah pasien Covid-19 itu, sebanyak 17 dinyatakan sembuh. Semenyata, 32 orang meninggal dunia.

Gejala atau Ciri-ciri dan Cara Mengecegah Infeksi Virus Corona

Virus Corona atau coronavirus (CoV) merupakan keluarga virus yang menaungi virus SARS-CoV-2 yang terjadi saat ini, SARS-CoV pada 2002, dan MERS-CoV pada 2012.

Kata corona sendiri diambil dari bahasa Latin yang berarti mahkota.

Nama ini diberikan karena bentuk Virus Corona menyerupai mahkota.

Sedangkan penyakit yang disebabkan terinfeksi SARS-CoV-2 disebut Covid-19, yang merupakan akronim dari coronavirus disease 19.

Ciri-ciri Virus Corona hampir mirip dengan gejala flu, di antaranya:

  1. Demam tinggi lebih dari 38 derajat Celsius,
  2. Batuk kering,
  3. Lemas,
  4. Sakit tenggorokan,
  5. Sesak atau kesulitan bernapas, dan
  6. Sakit kepala.
Namun, masa inkubasi virus ini sekitar 14 hari.
Berarti, bisa jadi Anda memiliki virus tersebut hingga 14 hari sebelum Anda menyadari gejalanya.

Jika Anda memiliki gejala seperti yang tercantum di atas dalam fase 14 hari, segera periksakan diri Anda.

Virus Corona bersifat zoonotik.

Ini berarti virus pertama kali berkembang di hewan sebelum akhirnya menyerang manusia.

Ketika sudah menginfeksi manusia, penyebaran Virus Corona dapat melalui droplet pernapasan.

Percikan batuk atau bersin dari orang yang terinfeksi Virus Corona akan menempel di permukaan benda atau kulit manusia.

Sehingga virus akan berpindah ketika manusia menyentuh benda atau melakukan kontak fisik dengan manusia lainnya.

Kemudian, virus akan menginfeksi manusia ketika tangan yang terkontaminasi oleh virus menyentuh wajah, seperti mulut, hidung, dan mata.

Lalu, siapa yang berisiko terinfeksi Virus Corona?
Anda akan berisiko terinfeksi virus ketika Anda berdekatan atau melakukan kontak fisik dengan orang terinfeksi Virus Corona.

Namun, ada beberapa faktor yang membuat orang memiliki risiko lebih tinggi terinfeksi Virus Corona.

Dikutip dari Healthline, Selasa (17/3/2020), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada akhir Januari melaporkan rata-rata orang yang terinfeksi virus berada di usia sekitar 45 tahun dan dua per tiganya merupakan laki-laki.

Hal ini berarti orang tua dan laki-laki rentan terinfeksi Virus Corona.

Selain itu, orang dengan penyakit penyerta juga lebih rentan terinfeksi Covid-19.

Untuk melindungi diri sekaligus menahan penyebaran Virus Corona, Anda dapat melakukan hal-hal berikut, yaitu:

  1. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik. Jika tidak bisa mencuci tangan, bersihkan tangan menggunakan hand sanitizer.
  2. Hindari menyentuh area wajah, seperti mata, hidung, dan mulut sebelum Anda membersihkan tangan.
  3. Jangan keluar rumah jika Anda merasa kurang sehat atau memiliki gejala flu.
  4. Hindari atau batasi kontak fisik dengan orang lain. Jika memungkinkan, usahakan berada pada jarak setidaknya satu meter dengan orang lain.
  5. Tutup mulut dan hidung Anda dengan tisu atau siku bagian dalam ketika batuk atau bersin. Jika Anda menggunakan tisu, segera buang tisu Anda.
  6. Bersihkan barang-barang yang sering Anda gunakan dengan disinfektan, seperti gawai atau handphone, laptop, meja, dan lainnya.
  7. Terapkan gaya hidup sehat, mulai dari pola makan, olahraga, serta hindari begadang untuk menjaga kekebalan tubuh Anda.
(Kompas.com/ Dian Erika Nugraheny/ Fabian Januarius Kuwado/ Tribunnews.com)

Tuesday, July 2, 2019

Mengenal Cacar Monyet (monkeypox) untuk Warga RT. 15 RW. 02 Kel. Jepara Surabaya

July 02, 2019 0
Cacar monyet adalah infeksi virus yang ditandai dengan bintil bernanah di kulit. Penyakit ini terdapat di negara Republik Demokratik Kongo dan Nigeria. Namun pada tanggal 9 Mei 2019, pemerintah Singapura melaporkan bahwa penyakit ini terdapat di Singapura.

Pada awalnya, penyakit cacar monyet memiliki gejala yang serupa dengan cacar air, yaitu bintil berair. Seiring perkembangan penyakit, bintil berair berubah menjadi bernanah serta menimbulkan benjolan di leher, ketiak, atau selangkangan akibat pembengkakan kelenjar getah bening.
Cacar monyet merupakan penyakit yang dapat menular dari orang ke orang, namun sumber utamanya adalah hewan pengerat dan primata, seperti tikus, tupai, dan monyet yang terinfeksi.


Cacar monyet merupakan penyakit yang sangat jarang terjadi, namun dapat menyerang siapa saja. Penyakit ini pertama kali ditemukan saat terjadi wabah di Afrika pada 1970-an.

Penyebab Cacar Monyet
Penyakit cacar monyet disebabkan oleh virus monkeypox, yang menyebar melalui percikan liur penderita, yang masuk melalui mata, mulut, hidung, atau luka pada kulit. Selain melalui percikan liur, penularan juga dapat melalui benda yang terkontaminasi, misalnya pakaian penderita. Meski begitu, penularan dari manusia ke manusia ini terbatas dan membutuhkan kontak yang lama.

Penularan cacar monyet awalnya terjadi dari hewan ke manusia, yaitu melalui cakaran atau gigitan hewan yang terinfeksi virus monkeypox, seperti monyet atau tupai. Selain karena tercakar atau tergigit, terpapar cairan tubuh hewan ini secara langsung atau melalui benda yang terkontaminasi juga dapat membuat seseorang tertular penyakit cacar monyet.

Gejala Cacar Monyet
Gejala cacar monyet akan muncul 5-21 hari sejak penderitanya terinfeksi virus monkeypox. Gejala awal cacar monyet adalah:
  1. Demam
  2. Menggigil
  3. Letih atau lemas
  4. Sakit kepala
  5. Nyeri otot
  6. Pembengkakan kelenjar getah bening (berupa benjolan di leher, ketiak, atau selangkangan)

Gejala awal cacar monyet ini dapat berlangsung selama 1-3 hari atau bahkan lebih. Setelah itu, ruam akan muncul di wajah dan menyebar ke bagian tubuh lainnya, seperti lengan dan tungkai.

Ruam yang muncul akan berkembang dari bintil berisi cairan hingga berisi nanah, lalu pecah dan berkerak, kemudian menyebabkan borok di permukaan kulit. Ruam ini akan bertahan hingga 2-4 minggu.

Kapan harus ke dokter
Pada tanggal 9 Mei 2019, pemerintah Singapura mengumumkan terdapat 1 kasus penderita cacar monyet di Singapura. Sampai artikel ini diterbitkan, belum ada laporan mengenai penularan cacar monyet ke penderita lain.

Segera periksakan diri ke dokter jika merasakan gejala seperti cacar air, yaitu muncul bintil berair, apalagi bila:
  1. Bintil berubah berisikan nanah
  2. Baru berlibur dari Singapura
  3. Terdapat kontak dengan monyet atau tupai
Beberapa negara yang sampai saat ini masih memiliki kasus cacar monyet adalah Republik Demokratik Kongo dan Nigeria. Sebagai informasi, penderita cacar monyet di Singapura adalah seorang warga negara Nigeria. Segeralah berkonsultasi dengan dokter bila mengalami gejala cacar monyet setelah berpergian ke kedua negara tersebut.

Diagnosis Cacar Monyet
Pada tahap awal pemeriksaan, dokter akan memeriksa gejala dan jenis ruam yang muncul. Dokter juga akan menanyakan riwayat berpergian dari negara yang memiliki kasus cacar monyet.

Kemunculan ruam saja belum tentu menandakan cacar monyet, sehingga dokter perlu melakukan pemeriksaan lanjutan untuk melihat keberadaan virus di dalam tubuh, yaitu melalui:
  1. Tes darah
  2. Tes usap tenggorokan
  3. Biopsi kulit (pengambilan sampel jaringan kulit untuk diperiksa dengan mikroskop)

Pengobatan Cacar Monyet
Pengobatan cacar monyet dilakukan untuk meredakan gejala yang muncul. Dokter akan memberikan obat paracetamol untuk meredakan demam dan nyeri, serta meminta penderita untuk beristirahat guna mempercepat proses penyembuhan.

Di samping itu, penderita juga dianjurkan untuk banyak mengonsumsi buah, sayur, gandum utuh, susu rendah lemak, dan biji-bijian sebagai asupan energi dalam melawan infeksi.

Penyakit cacar monyet dapat menular dari orang ke orang, walaupun penyebaran dengan cara ini terbatas, dan 1 dari 10 penderitanya berisiko meninggal dunia. Oleh karena itu, penderita perlu dirawat di ruang isolasi untuk mendapatkan pemantauan dari dokter dan mencegah penyebaran penyakit.

Hingga saat ini, belum ada pengobatan untuk cacar monyet. Cacar monyet dapat sembuh sendiri dengan perlawanan dari sistem kekebalan tubuh penderita.

Komplikasi Cacar Monyet
Cacar monyet memiliki tingkat kesembuhan yang tinggi. Meskipun jarang, penyakit ini tetap dapat berisiko menimbulkan komplikasi. Kurang dari 10% penderitanya bahkan dapat mengalami komplikasi yang berakibat fatal.

Komplikasi cacar monyet antara lain adalah:
  1. Dehidrasi
  2. Infeksi bakteri
  3. Infeksi paru-paru

Pencegahan Cacar Monyet
Pencegahan utama cacar monyet adalah menghindari kontak langsung dengan hewan primata dan pengerat, seperti monyet dan tupai, atau orang-orang yang sedang terinfeksi. Selain itu, beberapa langkah pencegahan lain yang bisa dilakukan adalah:
  1. Rajin cuci tangan dengan air dan sabun, atau pembersih tangan berbahan dasar alkohol, terutama sebelum makan, menyentuh hidung atau mata, dan membersihkan luka.
  2. Hindari berbagi alat makan atau menggunakan sprei yang sama dengan orang yang terinfeksi cacar monyet.
Untuk mencegah penularan, dokter dapat memberikan vaksin variola, terutama bagi petugas medis yang merawat pasien cacar monyet. Selain melakukan vaksinasi variola, petugas medis juga perlu mengenakan alat pelindung diri saat merawat pasien.

Variola atau cacar merupakan penyakit yang telah hilang sejak tahun 1980. Walaupun variola merupakan penyakit yang berbeda dengan cacar monyet, vaksin variola terbukti cukup efektif dalam mencegah cacar monyet. Mengingat penyakitnya yang sudah dimusnahkan, ketersediaan vaksin ini juga terbatas.

NB:
Jika Anda memiliki hewan peliharaan yang diduga terinfeksi virus cacar monyet, segera hubungi dokter hewan dan jangan biarkan hewan tersebut berkeliaran. Perlu diingat, gunakan sarung tangan ketika akan melakukan kontak dengan hewan peliharaan tersebut.

Perbedaan Cacar Air dan Cacar Monyet

July 02, 2019 0
Untuk mengetahui perbedaan Cacar air dan Cacar Monyet, coba simak Demograf berikut:
PENGERTIAN PENYAKIT CACAR AIR
Cacar air adalah penyakit menular yang umumnya terjadi pada anak-anak berusia di bawah 10 tahun, namun tidak jarang penyakit ini akan menimbulkan masalah pada ibu hamil, bayi yang baru lahir, remaja dan dewasa, serta orang-orang yang memiliki ketahanan imun rendah.

Cacar air pada anak bukanlah kondisi medis yang kritis. Namun, anak yang terjangkit cacar biasanya harus dikarantina di rumah agar tidak menularkan virus cacar pada orang lain.

Bintil cacar baru akan muncul setiap hari selama 4-5 hari. Demam yang mengikuti cacar biasanya akan berada di angka tertinggi pada hari ketiga atau keempat. Anak-anak akan mulai merasa baikan dan demam akan menurun setelah bintil cacar perlahan menghilang. Rata-rata seorang anak akan mendapatkan 400-500 bintil cacar.

Cacar air sangat mengganggu penampilan. Tugas Anda sebagai orangtua adalah terus yakinkan anak Anda bahwa luka cacar hanyalah sementara dan akan cepat menghilang. Cacar air tidak meninggalkan bekas luka permanen, kecuali jika bintil cacar air terinfeksi dengan impetigo atau anak Anda terus menerus menggaruk bentolnya. Namun, bekas luka cacar membutuhkan waktu setidaknya 6 – 12 bulan sampai benar-benar hilang.


  • Cacar air biasanya akan hanya akan terjadi sekali, dan setelahnya anak Anda akan membangun imunitas terhadap virus cacar yang akan bertahan seumur hidup. Sangat jarang adanya kasus cacar air yang kambuh lagi pada saat dewasa.

PENGERTIAN CACAR MONYET
Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit meminta dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/ kota serta Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), rumah sakit, dan Puskesmas untuk mewaspadai penyakit cacar monyet (monkeypox).
Hal tersebut tertuang dalam surat edaran tentang Kewaspadaan Importasi Penyakit Monkeypox pada 13 Mei 2019. Kewaspadaan itu dilakukan mengingat posisi negara Singapura dekat dengan Indonesia.

Yang paling dekat dengan Singpura adalah Batam. Jadi kami imbau dinkes dan UPT Kemenkes di sana (KKP, RS, Puskesmas) untuk waspada. Terutama KKP yang menjadi pintu keluar masuk warga negara Singapura.

Berdasarkan data Sistem Karantina Kesehatan (Sinkarkes) dari Januari hingga 10 Mei 2019, kedatangan kapal ke Indonesia terbanyak adalah dari Singapura, yakni 18.176 kapal. Di samping itu, penerbangan dari Singapura relatif cukup banyak sehingga kemungkinan terjadinya penyebaran penyakit monkeypox bisa terjadi.

KKP diminta untuk menyebarluaskan informasi tentang monkeypox kepada masyarakat, melakukan pengawasan yang lebih intensif kepada kru dan pelaku perjalanan dari Singapura, negara-negara Afrika Barat, dan Afrika Tengah, terutama bagi mereka yang terdeteksi demam atau sakit yang diduga gejala monkeypox, serta meningkatkan pengawasan dan pemeriksaan alat angkut untuk memastikan telah bebas rodent (hewan pengerat seperti tikus).


Selain itu, rumah sakit, dan Puskesmas juga diminta menyebarluaskan informasi terkait monkeypox dan memberikan pelayanan kesehatan dengan alat pelindung diri seperti masker dan sarung tangan. (OL-1)
☆☆☆☆☆

Mengenal Cacar Air (Varisela) untuk Warga RT.15 RW.02 Kel. Jepara

July 02, 2019 0
Cacar air adalah penyakit menular yang umumnya terjadi pada anak-anak berusia di bawah 10 tahun, namun tidak jarang penyakit ini akan menimbulkan masalah pada ibu hamil, bayi yang baru lahir, remaja dan dewasa, serta orang-orang yang memiliki ketahanan imun rendah.

Cacar air pada anak bukanlah kondisi medis yang kritis. Namun, anak yang terjangkit cacar biasanya harus dikarantina di rumah agar tidak menularkan virus cacar pada orang lain.

Bintil cacar baru akan muncul setiap hari selama 4-5 hari. Demam yang mengikuti cacar biasanya akan berada di angka tertinggi pada hari ketiga atau keempat. Anak-anak akan mulai merasa baikan dan demam akan menurun setelah bintil cacar perlahan menghilang. Rata-rata seorang anak akan mendapatkan 400-500 bintil cacar.

Cacar air sangat mengganggu penampilan. Tugas Anda sebagai orangtua adalah terus yakinkan anak Anda bahwa luka cacar hanyalah sementara dan akan cepat menghilang. Cacar air tidak meninggalkan bekas luka permanen, kecuali jika bintil cacar air terinfeksi dengan impetigo atau anak Anda terus menerus menggaruk bentolnya. Namun, bekas luka cacar membutuhkan waktu setidaknya 6 – 12 bulan sampai benar-benar hilang.

Cacar air biasanya akan hanya akan terjadi sekali, dan setelahnya anak Anda akan membangun imunitas terhadap virus cacar yang akan bertahan seumur hidup. Sangat jarang adanya kasus cacar air yang kambuh lagi pada saat dewasa.
Apa ciri dan gejala cacar air pada anak?
Ciri dan gejala cacar air pada anak yang harus Anda perhatikan, yaitu:

  1. Bentol-bentol kecil kemerahan yang perlahan menebal dan terisi cairan
  2. Setelah 1-2 hari, bintil mengering, mengelupas, dan menjadi koreng
  3. Kumpulan cacar baru akan muncul setelah 4-5 hari setelahnya
  4. Diameter bintil tidak lebih dari 0.5 cm
  5. Ruam kemerahan yang muncul biasanya dimulai dari area sekitar kepala dan punggung, kemudian menyebar ke seluruh tubuh setelah 1-2 hari
  6. Demam. Semakin banyak bintil cacar yang mucul, semakin tinggi demam. Namun, anak Anda mungkin tidak akan mengalami demam pada hari pertama cacar atau jika bintil yang muncul tidak terlalu parah.
  7. Ruam juga umum terjadi dalam mulut, kelopak mata, dan kelamin
  8. Anak Anda terkena kontak dengan anak penderita cacar air 10-21 hari sebelumnya
Jika anak Anda menunjukkan gejala yang berbeda, hubungi dokter. Umumnya diagnosis cacar air pada anak terbilang mudah.


Bagaimana cara mengatasi cacar air pada anak?
Tips mengatasi cacar air dan mengurangi rasa gatal yang Anda bisa lakukan sendiri di rumah, termasuk:
1. Berendam air dingin
Air dingin bertindak sebagai kompres yang meringankan rasa gatal dan kemerahan akibat cacar. Minta anak Anda untuk berendam air dingin setidaknya selama 10 menit setiap empat jam sekali pada beberapa hari pertama ia terkena cacar air. Berendam aman dilakukan sebagai terapi rumahan karena cacar menular hanya melalui udara, bukan air.

Untuk melindungi bintil cacar agar tidak pecah, jangan gosok dengan handuk saat mengeringkan badan. Tepuk-tepuk perlahan tubuh sampai air menyerap kering. Setelah mandi, Anda bisa aplikasikan bedak dingin (calamine) untuk meringankan gatal. Atau, kompres bintil-bintil cacar dengan es batu. Jika anak Anda mengeluhkan gatal yang amat sangat sehingga mengganggu tidur, berikan obat antihistamin yang dijual bebas di apotek.

2. Redakan demam
Berikan anak Anda acetaminophen untuk beberapa hari pertama jika ia menunjukkan gejala demam, namun jangan berikan ibuprofen. Ibuprofen ditakutkan menyebabkan risiko efek samping infeksi strep parah. Jangan pula berikan aspirin pada balita dan anak kecil yang terjangkit cacar air, akibat efek samping sindrom Reye.

3. Makanan dingin
Bentol cacar air pada anak juga bisa ditemukan dalam mulut dan tenggorokan. Rasa panas dan tidak nyaman yang ditimbulkan oleh ruam kemerahan akan menyebabkan anak Anda sulit makan. Berikan pilihan makanan halus dan dingin (es krim, telur, puding, agar-agar, kentang tumbuk). Hindari memberikan makanan asin dan buah-buahan asam untuk sementara waktu.

4. Untuk bayi yang terkena cacar, berikan minum dari sippy cup dan bukan dari botol
Dot botol akan menyebabkan nyeri dalam mulut makin parah. Jika anak Anda berusia empat tahun ke atas dan mengeluhkan rasa sakit dalam mulut yang tidak tertahankan, anjurkan ia untuk berkumur dengan sesendok antasid cair dan lakukan empat kali sehari setelah makan.

5. Mengatasi nyeri pada kelamin akibat cacar air pada anak
Nyeri akibat cacar air umum terjadi pada organ intim dan dapat sangat menyakitkan bagi anak Anda. Jika anak Anda (perempuan, terutama) mengeluhkan rasa sakit yang tidak tertahankan hingga menahan buang air kecil, oleskan anestesi lokal berupa salep yang mengandung xylocaine 2.5% (biasanya obat ini dijual bebas) di vaginanya sesering mungkin, setiap 2-3 jam sekali, untuk meringankan rasa nyeri. Berendam air dingin juga akan sangat membantu.

6. Cegah anak agar tidak menggaruk
Untuk mencegah infeksi bakteri, gunting kuku anak Anda. Jangan lupa pula untuk selalu cuci tangan dengan sabun antibakteri. Jangan biarkan anak Anda menggaruk dan mengorek bintil cacar, terutama pada wajah. Untuk bayi yang belum bisa mengontrol diri, sebaiknya bungkus tangannya dengan sarung tangan bayi.

7. Karantina anak di rumah
Anak yang terjangkit cacar dapat menularkan virusnya ke anak-anak lain di sekitarnya, terutama di hari-hari pertama mereka terkena cacar. Untuk menghindari penularan, istirahatkan anak Anda di rumah setidaknya selama seminggu. Lebih dari itu, anak Anda sudah dapat kembali ke sekolah dan menjalani aktivitas sehari-hari. Tidak usah khawatir walaupun pengelupasan masih tampak di kulitnya, proses ini tidak menular dan akan berhenti dengan sendirinya dalam 2 minggu.

Untuk menghindari penularan, jangan bawa anak Anda ke rumah sakit atau tempat praktik dokter anak. Jika benar-benar dibutuhkan, titipkan anak sementara di dalam mobil bersama pengasuhnya selagi Anda menunggu antrian. Hindari menempati anak yang terjangkit cacar air berdekatan atau seruangan dengan ibu hamil yang tidak terjangkit cacar pada trimester pertamanya. Virus cacar membawa risiko pada janin yang dikandungnya.

8. Hindari paparan sinar matahari
Bintil cacar dapat muncul di tempat-tempat yang terkena kontak langsung sinar matahari.

9. Acyclovir
Acyclovir adalah obat antivirus oral yang digunakan untuk mengobati cacar air. Obat ini hanya akan membantu jika mulai diberikan dalam waktu 24 jam setelah gejala pertama cacar air tampak. Menurut sejumlah penelitian, acyclovir dapat mengurangi jumlah bintil cacar hingga 20% dan mempersingkat waktu sakit. Namun, tingkat komplikasi cacar air tidak dapat dikurangi. Acyclovir harus digunakan rutin selama lima hari berturut-turut. Obat ini dilaporkan memiliki sedikit efek samping.

Anak-anak yang terjangkit cacar air namun juga memiliki defisiensi sistem imun, mengonsumsi steroid, atau memiliki penyakit kulit atau paru kronis harus ditangani dengan acyclovir. Beberapa dokter akan meresepkan acyclovir untuk orang dewasa, remaja, dan dewasa muda. Namun, kebanyakan dokter tidak akan menggunakan acyclovir pada anak yang sehat.

Kapan saya harus ke dokter?
Segera hubungi dokter, jika:
  1. Anak Anda sulit untuk dibangunkan dari tidur atau terbangun kebingungan (hubungi 112)
  2. Timbul belang kemerahan pada kulit anak Anda, atau area kulit yang melunak
  3. Timbul ruam merah berbintik seperti penyakit skarlatina (scarlet fever)
  4. Anak Anda kesulitan berjalan
  5. Anak Anda mengeluhkan kaku leher
  6. Anak Anda kesulitan bernapas
  7. Mual dan muntah yang terjadi lebih dari tiga kali
  8. Terjadi perdarahan pada bintil cacar
  9. Anak Anda terlihat sangat pucat kesakitan dan kelelahan
  10. Demam berlangsung lebih dari 4 hari
  11. Gatal semakin parah dan tidak bereaksi terhadap pengobatan
Anak Anda tidak kunjung merasa baikan
Hubungi dokter dalam 24 jam, jika:
  • Bintil tampak melunak dan mengeluarkan nanah
  • Bintil membesar (untuk sementara waktu, berikan salep antibiotik nonresep sampai Anda merasa perlu akan kunjungan dokter)
  • Salah satu kelenjar getah bening membesar dan melunak
  • Anak Anda terkena cacar air, namun tidak pernah menerima vaksin cacar atau mengidap cacar sebelumnya
  • Anda merasa perlu mengunjungi dokter anak
Bagaimana cara mencegah cacar air oada anak?
Pencegahan cacar air dilakukan dengan pemberian vaksin cacar (imunisasi). Vaksin juga dapat diberikan untuk meringankan tingkat keparahan cacar air pada anak yang sedang terjangkit cacar air. Berikan vaksin selambat-lambatnya lima hari setelah kontak pertama dengan virus. Untuk mendapatkan vaksin, hubungi dokter anak Anda.
☆☆☆☆☆

Thursday, January 31, 2019

DBD Mengancam Kita, Cegah DBD Dengan Gerakan Peduli Lingkungan

January 31, 2019 0
Bukan hanya Bumantik yang wajib peduli tapi semua warga RT.15 RW.02 Kel. Jepara Surabaya wajib peduli dengan keadaan rumah masing-masing karena sekarang (Kamis, 31 Januari 2019) musim penghujan dan penderita DBD (Demam Berdarah) terus bertambah di Pulau Jawa,  

DBD Mengancam Kita
GERAKAN SERENTAK kegiatan Kerja Bakti/ PSN Dirumah masing-masing dan sekitarnya, Harus Tepat sasaran Fokus ke titik sasaran.

AIR YANG TIDAK BERHUBUNGAN LANGSUNG DENGAN  TANAH
  1. Bak KAMAR MANDI/ TOILET, 
  2. Tempat penampungan Air, 
  3. Air Jebakan semut (kaki meja) 
  4. Air pembuangan kulkas,
  5. Tempat minum burung (yang jarang diganti) 
  6. Pot Bunga 
  7. Barang bekas di sekitar rumah (ban, kaleng, bathok/ tempurung kelapa, botol, gelas air mineral, potongan bambu,  semua tempat yang bisa nenampung air
PASTIKAN RUMAH DAN SEKITAR ANDA TIDAK ADA JENTIK
Karena 1 jentik betina, dalam 12 - 14 hari akan berubah jadi nyamuk Dewasa 
  1. 1 nyamuk betina dewasa sekali bertelur = 100-150 butir telur.
  2. Dalam hidupnya (1 bulan) bertelur/- 4 X
Jadi.....
1 Nyamuk x 4 x 150 = 600  telur !!!  
(Ada Jentik berarti kita Terancam Demam Berdarah

Ingat....!!!
Jam kerja nyamuk 
Aedes Agypti dan Aedes Albopictus
  • Pagi : 09.00 - 10.00 
  • Sore : 15.00 - 16.00
PAKAI SELALU LOTION ANTI NYAMUK 
(Terutama Anak-anak pada saat Pagi/ sebelum berangkat Sekolah/ Sore/ saat  bermain
loading...

loading...
‌Jangan Salah Sasaran
Dalam melakukan PSN Pemberantasan Sarang Nyamuk
(BUKAN memotong pohon, bersih-bersih rumput, menata bunga dan lain-lain, karena jentik tdk bersarang di rerumputan).

Semangat ...💪

Friday, January 18, 2019

Mengenal Demam Berdara (DBd) Dan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik Di PKK RT. 15 RW. 02 Kel. Jepara Surabaya

January 18, 2019 0
Musim hujan sedang mencapai puncak pengumpulan awan yang menyebar, bergumpal-gumpal. 

Curahan hujan makin kerap datang, dan makin deras. 

Hal ini dapat menyebabkan banyak lingkungan (yang buruk) digenangi air dan ditambah lagi sampah yang nampak berserakan (terbawa banjir) sehingga lingkungan tempat tinggal (termasuk di dalam rumah) nampak kotor. 

Siang hari banyak lalat, sedangkan pada malam hari terasa lebih banyak nyamuk.

KAPAN WABAH INI ADA?
Wabah Dengue pertama kali ditemukan di dunia tahun 1635 di Kepulauan Karibia dan selama abad 18, 19 dan awal abad 20, wabah penyakit yang menyerupai Dengue telah digambarkan secara global di daerah tropis dan beriklim sedang.

Vektor penyakit ini berpindah dan memindahkan penyakit dan virus Dengue melalui transportasi laut.

Seorang pakar bernama Rush telah menulis tentang Dengue berkaitan dengan break bone fever yang terjadi di Philadelphia tahun 1780.

Kebanyakan wabah ini secara klinis adalah demam Dengue walaupun ada beberapa kasus berbentuk haemorrhargia.

Penyakit DBD di Asia Tenggara ditemukan pertama kali di Manila tahun 1954 dan Bangkok tahun 1958 (Soegijanto S., Sustini F, 2004) dan dilaporkan menjadi epidemi di Hanoi (1958), Malaysia (1962-1964), Saigon (1965), dan Calcutta (1963) (Soedarmo, 2002).

DBD di Indonesia pertama kali ditemukan di Surabaya tahun 1968, tetapi konfirmasi virologis baru diperoleh tahun 1970. Kasus pertama di Jakarta dilaporkan tahun 1968, diikuti laporan dari Bandung (1972) dan Yogyakarta (1972) (Soedarmo, 2002). 

Epidemi pertama di luar Jawa dilaporkan tahun 1972 di Sumatera Barat dan Lampung, disusul Riau, Sulawesi Utara, dan Bali (1973), serta Kalimantan Selatan dan Nusa Tenggara Barat (1974).

DBD telah menyebar ke seluruh provinsi di Indonesia sejak tahun 1997 dan telah terjangkit di daerah pedesaan (Suroso T, 1999). 

Angka kesakitan rata-rata DBD di Indonesia terus meningkat dari 0,05 (1968) menjadi 8,14 (1983), dan mencapai angka tertinggi tahun 1998 yaitu 35,19 per 100.000 penduduk dengan jumlah penderita sebanyak 72.133 orang (Soegijanto S., 2004).

Selama awal tahun epidemi di setiap negara, penyakit DBD ini kebanyakan menyerang anak-anak dan 95% kasus yang dilaporkan berumur kurang dari 15 tahun. 

Walaupun demikian, berbagai negara melaporkan bahwa kasus-kasus dewasa meningkat selama terjadi kejadian luar biasa.
(Soegijanto S., 2004). 

Jumlah kasus dan kematian Demam Berdarah Dengue di Jawa Timur selama 5 tahun terakhir menunjukkan angka yang fluktuatif, namun secara umum cenderung mengalami peningkatan.

Pada tahun 2001 dan 2004 terjadi lonjakan kasus yang cukup drastis karena adanya KLB, yaitu tahun 2001 sebanyak 8246 penderita (angka insiden: 23,50 per-100 ribu penduduk), dan tahun 2004 (sampai dengan Mei) sebanyak 7180 penderita (angka insidens: 20,34 per 100 ribu penduduk).

Sasaran penderita DBD juga merata, mengena pada semua kelompok umur baik anak-anak maupun orang dewasa, baik masyarakat pedesaan maupun perkotaan, baik orang kaya maupun orang miskin, baik yang tinggal di perkampungan maupun di perumahan elite, semuanya bisa terkena Demam Berdarah (Huda AH., 2004).

Case Fatality Rate penderita DBD pada tahun 2004 sebesar 0,7 dan insidence rate sebesar 45.

Morbiditas dan mortalitas DBD yang dilaporkan berbagai negara bervariasi disebabkan beberapa faktor antara lain status umur penduduk, kepadatan vektor, tingkat penyebaran virus, prevalensi serotipe virus Dengue, dan kondisi metereologis.

DBD secara keseluruhan tidak berbeda antara laki-laki dan perempuan, tetapi kematian ditemukan lebih banyak pada anak perempuan daripada anak laki-laki (Soegijanto S., 2003; Soegijanto S., Sustini F., 2004).

Distribusi umur pada mulanya memperlihatkan proporsi kasus terbanyak adalah anak berumur <15 tahun (86-95%), namun pada wabah selanjutnya jumlah kasus dewasa muda meningkat.
(Soedarmo, 2002)

Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik
Langkah Pemkot Surabaya Bebas DBD

Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur, telah menyiapkan beberapa antisipasi, salah satunya adalah gerakan 1 rumah 1 juru pemantik (jumantik).

Langkah antisipasi itu dilakukan untuk mewujudkan Surabaya bebas demam berdarah.

Kendati Trend DBD di Kota Surabaya cenderung menurun dari tahun ke tahun, tetapi harus dipastikan penyakit yang disebabkan nyamuk itu bisa lenyap sepenuhnya.

APA ITU DEMAM BERDARAH?
Demam Berdara (DBd) atau biasa disebut Dengue haemorhagic fever (DHF) adalah penyakit yang terdapat pada anak dan orang dewasa dengan gejala utama demam, nyeri otot dan nyeri sendi yang disertai ruam atau tanpa ruam.

Dari beberapa pengertian di atas maka dapat disimpulkan bahwa dengue haemorhagic fever (DHF) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue sejenis virus yang tergolong arbovirus dan masuk kedalam tubuh penderita melalui gigitan nyamuk aedes aegypty yang terdapat pada anak dan orang dewasa dengan gejala utama demam, nyeri otot dan nyeri sendi yang disertai ruam atau tanpa ruam.


Penyebab utama
  • virus dengue tergolong albovirus
Vektor utama
  • Aedes aegypti, Aedes albopictus.
Adanya vektor tesebut berhubungan dengan:
  1. Kebiasaan masyarakat menampung air bersih untuk keperlauan sehari-hari.
  2. Sanitasi lingkungan yang kurang baik.
  3. Penyedaiaan air bersih yang langka.
Infeksi dengue pada umumnya mempunyai prognosis yang baik, DF dan DHF tidak ada yang mati. Kematian dijumpai pada waktu ada pendarahan yang berat, shock yang tidak teratasi, efusi pleura dan asites yang berat dan kejang. Kematian dapat juga disebabkan oleh sepsis karena tindakan dan lingkungan bangsal rumah sakit yang kurang bersih. Kematian terjadi pada kasus berat yaitu pada waktu muncul komplikasi pada sistem syaraf, kardiovaskuler, pernapasan, darah, dan organ lain.

Kematian disebabkan oleh banyak faktor, antara lain :
  1. Keterlambatan diagnosis
  2. Keterlambatan diagnosis shock
  3. Keterlambatan penanganan shock
  4. Shock yang tidak teratasi
  5. Kelebihan cairan
  6. Kebocoran yang hebat
  7. Pendarahan masif
  8. Kegagalan banyak organ
  9. Ensefalopati
  10. Sepsis
GERAKAN
SATU RUMAH SATU JUMANTIK
UNTUK WARGA RT.15
APA ITU JUMANTIK
Juru Pemantau Jentik (Jumantik) adalah anggota masyarakat yang secara sukarela memantau keberadaan jentik Nyamuk Aedes Aegypti di lingkungannya. 

Mereka memiliki tanggung jawab untuk mendorong masyarakat melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara rutin. 

Jumantik berperan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapaan masyarakat menghadapi Demam Berdarah Dengue (DBD)

Peningkatan kapasitas bagi para jumantik memampukan mereka untuk menyebarkan informasi yang tepat dan benar tentang penanggulangan DBD.

Karena jarak antar rumah di kota yang cenderung rapat membuat nyamuk bisa berpindah dari satu rumah ke rumah lain dengan cepat. 

Maka PSN harus dilaksanakan serentak dan bersama-sama di lingkungan RT. 15 RW. 02 Kel. Jepara Surabaya.

GERAKAN
WASPADA DEMAM BERDARAH
APA NYAMUK AEDES AEGYPTI?
Nyamuk Aedes Aegypti adalah nyamuk rumahan. 

Selama ada sumber makanan yaitu:
Manusia dan tempat untuk meletakkan telur, maka nyamuk itu akan tetap berada di rumah kita.
DIMANA NYAMUK AEDES AEGYPTI BERKEMBANG BIAK?
Selain bak mandi, tandon air, sumur terbuka, vas bunga, dan tempat minum burung, jangan lupakan tampungan air di dispenser atau kulkas adalah termasuk tempat-tempat berkembang biaknya Nyamuk Aedes aegypti.

Daerah yang terjangkit DHF adalah wilayah padat penduduk karena:
  1. Antar rumah jaraknya berdekatan yang memungkinkan penularan karena jarak terbang aedes aegypti 40-100 m.
  2. Aedes aegypti betina mempunyai kebiasaan menggigit berulang (multiple biters) yaitu menggigit beberapa orang secara bergantian dalam waktu singkat, (Noer, 1999)
  3. Virus dengue tergolong dalam famili/ suku/ grup flaviviridae dan dikenal ada 4 serotipe. Dengue 1 dan 2 ditemukan di Irian ketika berlangsungnya perang dunia ke-III, sedangkan dengue 3 dan 4 ditemukan pada saat wabah di Filipina tahun 1953–1954.Virus dengue berbentuk batang, bersifat termolabil, sensitif terhadap inaktivasi oleh dietileter dan natrium dioksikolat, stabil pada suhu 700 C. Dengue merupakan serotipe yang paling banyak beredar.
Faktor Predisposisi
  1. Lingkungan tempat tinggal yang kurang bersih
  2. Kurangnya informasi mengenai DHF atau tingkat pengetahuan masyarakat tentang DHF

BAGAIMANA TANDA-TANDA DEMAM BERDARAH?
  1. Demam tinggi yang timbul secara mendadak tanpa sebab yang jelas disertai dengan keluhan lemah, lesu, nafsu makan berkurang, muntah, nyeri pada anggota badan, punggung, sendi, kepala dan perut. Gejala menyerupai influenza biasa. Ini berlangsung selama 2-7 hari
  2. Hari ke 2 dan 3, timbul demam. Uji tourniquet positip karena terjadi perdarahan di bawah kulit (peteki, ekimosis) dan di tempat lain seperti epistaksis, perdarahan gusi, hematemisis akibat perdarahan dalam lambung, melena dan juga hematuria massif.
  3. Antara hari ke 3 dan ke 7 syok terjadi saat demam menurun. Terdapat tanda kegagalan sirkulasi (renjatan), kulit teraba dingin dan lembab terutama pada ujung jari tangan dan kaki, nadi cepat dan lemah sampai tak teraba, takanan darah menurun, gelisah, capillary refill lebih dari 2 detik.
  4. Hepatomegali (pembesaran hati) pada umumnya dapat ditemukan pada permulaan penyakit, bervariasi dari yang hanya sekedar diraba sampai 2-4 cm dibawah lengkung iga sebelah kanan. Nyeri tekan pada hepar tampak jelas pada anak besar, ini menandakan telah terjadi perdarahan.

Dapat juga dijabarkan Tanda dan Gejala dari DHF yaitu:
  1. Demam tinggi selama 2-7 hari sifatnya mendadak (38-40 ºC ).
  2. Perdarahan terutama perdarahan bawah kulit (petekie, ekimosis, hematoma).
  3. Epistaksis, hematemisis, melena, hematuri.
  4. Mual, muntah, tidak ada nafsu makan, diare, konstipasi.
  5. Nyeri otot, tulang sendi, abdomen, ulu hati.
  6. Sakit kepala.
  7. Pembengkakkan sekitar mata.
  8. Pembesaran hati, limpa, dan kelenjar getah bening.
  9. Tanda-tanda renjatan (sianosis, kulit lembab dan dingin, TD menurun, gelisah, CRT> detik, nadi cepat dan lemah)
Derajat beratnya DBD berdasarkan patokan WHO 1975:
Derajat I 
Demam disertai gejala klinis lain atau perdarahan spontan, uji turniket positif, trombositopeni dan hemokonsentrasi.
Derajat II
Manifestasi klinik pada derajat I dengan manifestasi perdarahan spontan di bawah kulit seperti peteki, hematoma dan perdarahan dari lain tempat.
Derajat III
Manifestasi klinik pada derajat II ditambah dengan ditemukan manifestasi kegagalan system sirkulasi berupa nadi yang cepat dan lemah, hipotensi dengan kulit yang lembab, dingin dan penderita gelisah.
Derajat IV
Manifestasi klinik pada penderita derajat III ditambah dengan ditemukan manifestasi renjatan yang berat dengan ditandai tensi tak terukur dan nadi tak teraba.
BAGAIMANA MENCEGAH DEMAM BERDARAH?
Prinsip yang tepat dalam pencegahan DHF ialah sebagai berikut:
  1. Memanfaatkan perubahan keadaan nyamuk akibat pengaruh alamiah dengan melaksanakan pemberantasan vektor pada saat sedikit terdapatnya kasus DHF.
  2. Memutuskan lingkaran penularan dengan menahan kepadatan vektor pada tingkat sangat rendah untuk memberikan kesempatan penderita viremia sembuh secara spontan.
  3. Mengusahakan pemberantasan vektor di pusat daerah penyebaran yaitu di sekolah, rumah sakit termasuk pula daerah penyangga sekitarnya.
  4. Mengusahakan pemberantasan vektor di semua daerah berpotensi penularan tinggi.
Ada beberapa macam pemberantasan vektor antara lain:

1. Lingkungan
Metode lingkungan untuk mengendalikan nyamuk tersebut antara lain dengan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), pengelolaan sampah padat, modifikasi tempat perkembangbiakan nyamuk hasil samping kegiatan manusia, dan perbaikan desain rumah.
Sebagai Contoh:
  1. Menguras bak mandi/ penampungan air sekurang kurangnya sekali seminggu.
  2. Mengganti / menguras vas bunga dan tempat minum burung seminggu sekali.
  3. Menutup dengan rapat penampungan air dan lain sebagainya.
  4. Mengubur kaleng – kaleng bekas, aki bekas dan ban bekas disekitar rumah.

2. Biologis
Pengendalian biologis antara lain dengan menggunakan ikan pemakan jentik (ikan cupang), dan bakteri (Bt.H-14)

3. Kimiawi
Cara pengendalian ini antara lain dengan : 

  • Pengasapan/ Fogging (dengan menggunakan malathion dan untuk mengurangi kemungkinan penularan sampai batas– fenthion), berguna waktu tertentu seperti, gentong air, vas bunga, kolam dan lain- lain. 
  • Memberikan bubuk abate (temhepos) pada tempat- tempat penampungan air. 
Cara yang paling efektif dalam mencegah penyakit DHF adalah dengan mengkombinasikan cara-cara diatas yang disebut dengan “3 M plus”, yaitu:

  1. Menutup, 
  2. Menguras, dan
  3. Menimbun. 
Selain itu juga melakukan beberapa plus seperti memelihara ikan pemakan jentik, menabur lavarsida, menggunakan kelambu pada waktu tidur, memasang kasa, menyemprot dengan insektisida, menggunakan repellent, memasang obat nyamuk , memeriksa jentik berkala, dan lain – lain sesuai dengan kondisi setempat.
Theraphy Tindakan Penanganan
Sumber: Blog Dama Novantono, A.Md. Kep.
DBD tanpa renjatan :
  1. Minum banyak 1,5 – 2 Liter/ hari, berupa air gula, susu, teh dengan gula atau air buah.
  2. Pemberian caira intravena, bila:
  • Penderita muntah-muntah terus
  • Intake tidak terjamin 
  • Pemeriksaan berkala hematokrit cenderung meningkat terus. Jenis cairan RL atau asering 5-10 ml/ kg bb/ hari. 
  • IVFD dalam 24 jam, bila diperlukan infuse lanjutan diberi dengan hanya memperhitungkan NWL dan CWL atau 5-7 ml/ kg bb/ hari
DBD dengan renjatan
a) Derajat IV
Infus asering 5 / RL diguyur atau dibolus 100-200 ml sampai nadi teraba serta tensi terukur. Biasanya sudah tercapai dalam 15-30 menit.
b) Derajat III
Infus asering 5 / RL dengan kecepatan 20 tetes permenit/ kg bb/ jam. Setelah renjatan teratasi:

  1. Tekanan Sistol >80 mmHg 
  2. Nadi jelas teraba 
  3. Amplitudo nadi cukup besar
Kecepatan tetesan diubah jadi 10 ml / kg bb / jam selam 4 – 8 jam. Bila keadaan umum tetap baik, jumlah cairan dibatasi sekitar 5 – 7 ml / kg bb / jam dengan larutan RL / Dextrose 5 % 1:1 atau asering 5. Infus dipertahankan 48 jam setelah renjatan
loading...

loading...
Pada renjatan berat dapat diberikan cairan plasma atau pengganti plasma (expander plasma/ dextran-L) denga kecapatan 10 – 20 ml/ kg bb/ jam dan maksimal 20 – 30 ml/ kg bb/ hari. Dalam hal ini dipasang 2 infus 1 untuk larutan RL dan 1 untuk cairan plasma atau pengganti plasma.

Tindakan Lain
Transfusi darah dengan indikasi:
  • Perdarahan gastrointestinal berat: 
  • Melena, Dan
  • Hematemesis.
  • Dengan pemeriksaan hb, hct secara periodic terus terjadi penurunan, sedang penderita masih dalam renjatan atau keadan akut semakain menurun.
Jumlah yang diberikan 20 ml / kg bb / hari dapat diulangi bila perlu.

Anti konvulsan, bila disertai kejang maka diberi :
  • Diasepam 10 mg secara rectal atau intra vena
  • Phenobarbital 75 mg secara IM sesuai penatalaksanaan kejang pada anak
Antipiretik dan kompres pada penderita dengan hiperpireksi. Obat yang diberikan ialah paracetamol 10 mg / kg bb / hari.

Oksigen diberikan pada pendertita renjatan dengan cianosis 2 – 4 L / menit.

Antibiotika pada penderita dengan renjatan lama atau terjadi infeksi sekunder.

Korticosteroid diberikan pada pasien dengan ensefalopati.

Penatalaksanaan DHF
Medik
DHF tanpa Renjatan
  1. Beri minum banyak (1 ½ – 2 Liter/ hari).
  2. Obat anti piretik, untuk menurunkan panas, dapat juga dilakukan kompres.
  3. Jika kejang maka dapat diberi luminal (antionvulsan ) untuk anak <1th dosis 50 mg IM dan untuk anak >1th 75 mg IM. Jika 15 menit kejang belum teratasi , beri lagi luminal dengan dosis 3mg / kb BB ( anak <1th dan pada anak >1th diberikan 5 mg/ kg BB).
  4. Berikan infus jika terus muntah dan hematokrit meningkat
DHF dengan Renjatan
  1. Pasang infus RL
  2. Jika dengan infus tidak ada respon maka berikan plasma expander (20 – 30 ml/ kg BB)
  3. Tranfusi jika Hb dan Ht turun.
Fenomena patologis yang utama pada penderita DBD adalah meningkatnya permeabilitas dinding kapiler yang mengakibatkan terjadinya perembesan plasma ke ruang ekstra vaskuler.

Demam terjadi karena virus dengue yang masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk aedes aegypti membentuk antibodi terhadap penyakit.

Setelah terjadi virus-antibodi dalam system sirkulasi, akan mengakibatkan aktifnya system komplemen (suatu system dalam sirkulasi darah terdiri dari 11 komponen protein dan beredar dalam bentuk yang tidak aktif serta labil terhadap suhu panas).

Bila system komplemen aktif maka tubuh akan melepaskan histamin yang merupakan mediator kuat yang menyebabkan permeabilitas pembuluh darah meningkat.

Tingginya permeabilitas dinding pembuluh darah menyebabkan kebocoran plasma yang berlangsung selama perjalanan penyakit sejak permulaan masa demam dan mencapai puncaknya pada masa renjatan.

Pada pasien dengan renjatan berat, volume plasma dapat menurun sampai 30 % atau lebih.

Dengan turunnya plasma klien akan mengalami hipovolemik.Jika keadaan tersebut tidak teratasi, akan menyebabkan anoxia jaringan, asidosis metabolic dan berakhir dengan kematian.

Perdarahan yang terjadi pada pasien DBD terjadi karena trombositopenia, menurunnya fungsi trombosit dan menurunnya factor koagulasi (Protrombin dan fibrinogen). Perdarahan hebat dapat terjadi terutama pada traktus/ saluran gastrointestinal.

Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium
  • Trombositopenia
Trombosit turun, penurunan progresif pada pemeriksaan periodic dan waktu perdarahan memanjang.
  • Hemokonsentrasi 
Hematokrit saat masuk rumah sakit > 20 % atau meningkat progresif pada pemeriksan periodik.
  • Hb 
Meningkat > 20 %
  • Hasil pemeriksaan kimia darah 
Menunjukkan hipoproteinemia, hiponatremia, hipokloremia, pada hari ke-2 dan ke-3 terjadi leucopenia (penurunan leukosit)
  • SGOT dan SGPT 
Mungkin meningkat karenna ureum, pH darah bisa meningkat

Foto Thorax
  • Foto thorax lateral dekubitus kanan 
Terdapat efusi pleura dan bendungan pembuluh darah.
  • Darah rutin Hb, leukosit, hitung jenis (limfosit plasma darah 6 – 30%).
  • Waktu perdarahan dengan cara LVY ( n = 1-7 menit).
☆☆☆☆☆

Monday, December 17, 2018

Mengenal Gerakan SADIRHA (Sadar Diri Tentang HIV & AIDS) Untuk Warga RT.15 RW.02 Kel. Jepara Surabaya

December 17, 2018 0
loading...

loading...

HIV AIDS termasuk dalam jenis penyakit yang tidak bisa disembuhkan maka, seluruh Warga RT.15 RW.02 Kel. Jepara Surabaya wajib mengetahui tentang SADIRHA (Sadar Diri Tentang HIV & AIDS).

Penyakit ini pun seringkali ditakuti karena dianggap sangat menular. 

Namun tak banyak yang tahu bahwa dengan bersentuhan atau bahkan minum dari gelas yang sama dengan pengidap AIDS tidak dapat tertular penyakit ini. 

Untuk itu, Warga RT.15 RW.02 Kel. Jepara Surabaya wajib cari tahu info lebih lengkap mengenai penyakit menular yang satu ini dengan SADIRHA (Sadar Diri Tentang HIV & AIDS).
Apa itu HIV AIDS?
Nyatanya ketika seseorang terinfeksi HIV belum tentu ia juga mengidap AIDS. 

Menurut pengertiannya, AIDS merupakan stadium akhir dari infeksi virus HIV. 

Pada kondisi ini, sistem kekebalan tubuh sudah tidak mampu lagi melawan infeksi yang menyerang tubuh.

HIV merupakan singaktan dari Human Immunodeficiency Virus. 

Ketika tubuh terinfeksi HIV maka sistem kekebalan dalam tubuh kita akan menyerang infeksi yang disebabkan HIV. 

Secara tidak langsung tubuh akan membuat antibodi untuk melawan HIV. 

Dalam pemeriksaan darah, seseorang yang memiliki antibodi terhadap virus HIV dikatakan telah positif terinfeksi.

Ketika seseorang terinfeksi HIV, sistem kekebalan tubuhnya akan menurun dari waktu ke waktu. 

Misalnya saja jadi lebih mudah sakit dan apabila sudah sakit akan menjadi susah untuk sembuh kembali. 

Ketika sistem kekebalan tubuh ini sudah rusak sepenuhnya, maka seseorang telah memasuki tahap stadium akhir yang disebut AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome).

Bagaimana Penyebaran HIV AIDS?
Ketika seseorang sudah terinfeksi maka potensi ia akan terkena AIDS menjadi tinggi.

Virus HIV yang berkembang dalam tubuh menggerogoti sistem kekebalan tubuh sehingga menyebabkan penyakit AIDS. 

Virus HIV sebenarnya tidak bisa bertahan lama di udara terbuka, kontak dengan pengidap adalah cara penularan yang paling umum terjadi. 

Virus ini tertular melalui darah, cairan alat kelamin wanita, air mani dan air susu ibu yang sudah terifeksi. 

Di Indonesia sendiri, penyebaran HIV disebabkan oleh hubungan intim yang tidak aman dan penggunaan jarum suntik obat-obatan terlarang.

Hingga kini memang belum ada kasus penularan HIV yang disebabkan oleh air mata atau air liur. 

Namun hubungan intim secara oral atau berciuman (dengan adanya luka berat pada mulut atau gusi berdarah) maka dapat menyebabkan penularan virus HIV. 

Ini karena ada kontak dengan bagian tubuh yang terbuka sehingga virus HIV tertular melalui darah dan air mani atau cairan alat vital wanita.

Gejala HIV AIDS
Banyak orang yang tidak menyadari dirinya terinfeksi HIV. 

Umumnya gejalanya akan muncul 2-3 minggu setelah tertular. 

Gejala yang muncul dari infeksi virus ini mirip dengan flu yakni demam, sakit kepala, otot dan sendi yang sakit, sakit perut, kelenjar getah bening yang bengkak, atau ruam pada kulit selama satu atau dua minggu.

Gejala awal dari infeksi virus ini seringkali dianggap flu biasa karena akan hilang dengan sendirinya. 

Bahkan sistem kekebalan tubuh tidak merespon pada gejala awal infeksi HIV. 

Pengaruh infeksi virus ini bisa berbeda-beda setiap orang. 

Ada yang terkena gejala flu lalu sembuh ada pula yang tanpa gejala sama sekali. 

Hasilnya, pada sebagian orang yang terinfeksi HIV mereka dapat hidup bertahun-tahun namun sayangnya di dalam tubuh virus ini sebenarnya merusak sistem kekebalan tubuh.

Ketika HIV Menyebabkan AIDS
Saat sistem kekebalan tubuh menjadi rusak karena infeksi HIV maka muncullah AIDS. 

Pengaruhnya pada masing-masing orang bisa berbeda-beda. 

Ada orang yang mengalami AIDS setelah terinfeksi bertahun-tahun, ada pula yang terkena AIDS setelah terinfeksi dalam beberapa bulan.

Pengobatan AIDS
Hingga saat ini belum ada pengobatan untuk menyembuhkan AIDS, terapi yang dilakukan untuk AIDS ini bertujuan untuk bertahan dan memperpanjang hidup. 

Cara yang paling sederhana untuk dilakukan agar tidak terkena AIDS adalah melindungi diri dari infeksi HIV. 

Oleh karena itu hindari berhubungan intim bebas dan menggunakan jarum suntik bergantian.

Mau tahu berapa banyaknya pengidap HIV di dunia?
Pada 2016 lalu, tercatat setidaknya 36,7 juta jiwa hidup dengan:
Human Immunodeficiency Virus (HIV)

Para ahli memperkirakan jumlahnya terus meningkat sampai sekarang.

HIV sendiri merupakan virus yang merusak sistem imun dengan menginfeksi dan menghancurkan sel CD4 (jenis sel darah putih). 

Nah, semakin banyak sel CD4 hancur, maka kekebalan tubuh akan semakin lemah. Alhasil, seseorang akan lebih rentan berbagai penyakit.

Namun yang perlu digarisbawahi, HIV berbeda dengan AIDS. 

HIV merupakan virusnya.........

Sedangkan infeksi HIV yang tak segera ditangani akan berkembang menjadi kondisi serius, sebutannya Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS)

Pendek kata AIDS merupakan stadium akhir dari infeksi virus HIV. 

Pasalnya, di tahap ini kemampuan tubuh untuk melawan berbagai infeksi sudah hilang sepenuhnya.

Nah, virus HIV ini sendiri bisa ditularkan lewat berbagai media. 

Mulai dari darah, sperma, cairan preseminal (cairan yang keluar sebelum ejakulasi), cairan vagina dan rektum, dan air susu ibu.

Selama ini, hubungan intim selalu dituduh sebagai penyebab HIV yang sering terjadi. 

Kenyataannya, infeksi HIV memang bisa terjadi melalui hubungan intim Miss V maupun dubur. 

Tak hanya itu, dalam kasus kecil HIV juga bisa menular melalui oral sx, bila terdapat luka terbuka di mulut pengidapnya.

Namun selain hubungan intim, ada beberapa hal lainnya yang bisa menularkan virus ini. Nah, berikut beberapa penyebab HIV lainnya yang perlu diketahui.

1. Berbagi Jarum Suntik
Penggunaan jarum suntik secara bergantian dengan pengidap HIV, merupakan salah satu cara untuk menularkan virus ini. 

Enggak cuma itu, orang yang menyuntikan obat, steroid, atau hormon juga dapat terinfeksi HIV bila menggunakan jarum suntik secara bergantian. 

Kok bisa????????
Kata ahli, hal ini disebabkan ada darah yang masih menempel pada jarum suntik dari pengguna sebelumnya yang terinfeksi HIV.

2. Transfusi Darah
Ingat, darah merupakan media penularan virus HIV. 

Oleh sebab itu, virus ini bisa menular ketika seseorang menerima donor dari pengidap HIV.

3. Ibu ke Bayi
Penyebab HIV juga bisa disebabkan pada saat kehamilan, persalinan, hingga melalui ASI. 

Oleh sebab itu, para wanita amat disarankan untuk menjalani tes HIV, baik sebelum maupun saat hamil.

4. Bekerja di Rumah Sakit
Petugas kesehatan juga memiliki risiko terinfeksi HIV. 

Sebab, mereka amat sering berurusan dengan darah pasien atau berbagai jarum suntik yang bisa menjadi media penularan. 

Namun, risikonya amat kecil karena bisa dipastikan mereka menggunakan alat pelindung diri, seperti sarung tangan, dan lain-lain.

5. Alat Tato
Aktivitas ini bisa membahayakan kesehatan bila tak hati-hati melakukannya. 

Sebaiknya pilihlah dengan cermat tempat tato yang berkualitas. 

Tak cuma itu, pastikanlah pegiat tato untuk menggunakan alat tato yang steril. 

Sebab, alat tato yang digunakan secara bergantian bisa saja menjadi media penyebaran virus HIV.

6. Transplantasi Organ Tubuh
Meski tujuannya untuk menyelamatkan nyawa seseorang, transplantasi organ tubuh amat riskan dengan penularan virus HIV. 

Sebab, penerima donor yang mendapatkan organ dari pendonor yang sudah terinfeksi virus HIV, bisa terinfeksi virus tersebut melalui pertukaran cairan di organ tersebut.

Pencegahan Virus HIV
1. Melakukan Hubungan Intim yang Aman
Usahakan untuk tidak bergonta-ganti pasangan dan berhubungan intim hanya dengan satu orang yang sama saja. 

Agar lebih aman, kamu juga dianjurkan untuk selalu menggunakan kondom yang baru setiap kali berhubungan intim, baik melalui Miss V atau melalui dubur. 

Bila ingin menggunakan kondom berpelumas, pilihlah pelumas yang berbahan dasar air. 

Hindari kondom dengan pelumas berbahan dasar minyak, karena lebih mudah bocor.

2. Hindari Alkohol dan Obat-obatan Terlarang
Mengonsumsi minuman beralkohol memang tidak akan membuatmu tertular virus HIV. 

Namun, kebiasaan minum minuman beralkohol secara berlebihan dapat menurunkan tingkat kesadaranmu, sehingga kamu cenderung mengambil keputusan yang buruk seperti menggunakan obat-obatan terlarang. 

Sedangkan menggunakan obat-obatan terlarang dengan jarum suntik, apalagi berbagi jarum suntik dengan orang lain dapat menyebabkan kamu tertular virus HIV.

3. Bicarakan dengan Dokter dan/ atau Ahli Kesehatan
Bagi ibu hamil yang didiagnosis positif mengidap HIV, sebaiknya bicarakan kepada dokter kandungan mengenai penanganan selanjutnya dan perencanaan metode persalinan, untuk mencegah virus menular ke janin.

4. Jujur dengan Pasangan
Beri tahu pasangan bila kamu positif mengidap HIV, agar pasangan kamu bisa menjalani tes HIV. 

Semakin cepat HIV terdeteksi, maka semakin dini penanganan dapat dilakukan sehingga dapat mencegah infeksi HIV semakin berkembang.
☆☆☆☆☆
SADIRHA
(Sadar Diri Tentang HIV & AIDS)
HIV/ AIDS dikenal sebagai penyakit mematikan yang bisa menular. 

Meskipun demikian, pengidap HIV/AIDS tidak perlu dijauhi. Justru dukungan dari keluarga dan orang-orang terdekat sangat dibutuhkan oleh pengidap agar bisa menjalani hari-harinya dengan baik. 

Namun, buat kamu yang tinggal serumah dengan pengidap HIV/ AIDS atau ada salah satu anggota keluarga yang terkena penyakit berbahaya ini, kamu perlu tahu cara cegah HIV agar bisa melindungi diri sendiri dari penularan virus tersebut dengan SADIRHA (Sadar Diri Tentang HIV & AIDS).

Oleh karena itu, yuk cegah penularan HIV/ AIDS dengan SADIRHA (Sadar Diri Tentang HIV & AIDS).
☆☆☆☆☆☆