Kumpulan Artikel Kami

Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

Monday, March 23, 2020

Kenali Tanda-Tanda Coronavirus dan Cara mencegahnya

March 23, 2020 0
Kenali Tanda-tanda Corona, ciri Corona atau gejala Corona, 700 Ribu Warga Indonesia Berpotensi Terpapar Covid-19

Wabah Covid-19 atau Virus Corona masih terjadi di Indonesia.

Bahkan penyebarannya belum terkendali kendati pemerintah dan pihak terkait sudah bekerja ekstra.

Cara sederhana agar tidak terpapar dengan berdiam diri di rumah dan menjaga jarak (social distancing) dan menghindari kontak.

(Menurut) data, kemungkinan yang kita miliki, yakni population of risk, adanya kelompok orang yang berisiko (terjangkit virus corona) adalah pada kisaran 600.000 hingga 700.000 (orang).

Angka tersebut didasarkan dari simulasi penelusuran siapa saja yang selama 14 hari terakhir melakukan kontak dekat dengan pasien positif corona.

Seluruh orang yang tercatat pun akan diperiksa kesehatannya, apakah mereka juga terjangkit virus yang sama atau tidak.

Apabila dia (pasien positif corona) berada di rumah, maka seluruh rumah akan diperiksa.

Apabila dia melakukan aktivitas di kantor, maka seluruh orang di kantor, di dalam ruang kerja itu akan dilakukan pemeriksaan.

Oleh sebab itu, pemerintah telah memutuskan untuk melaksanakan tes virus corona masal.

Dikonotasikan bahwa pemeriksaan secara massal itu adalah pemeriksaan yang mempunyai peluang kontak dengan kasus positif.

Ia sekaligus mengingatkan, tes masal merupakan seleksi awal terhadap mereka yang berpotensi tertular virus corona.

Tujuannya adalah untuk menemukan kasus-kasus yang berpotensi menjadi positif.

Oleh karena itu, hasil screening apabila positif, maka akan kita tindaklanjuti dengan pemeriksaan PCR untuk memastikan positif yang sesungguhnya.

Namun apabila hasil tes awal dinyatakan negatif, maka tim menyarankan orang itu mengisolasi diri di rumah dalam kurun waktu tertentu.

Apabila dalam kurun waktu tertentu tiba-tiba dirasakan gejala serupa Covid-19, maka segera periksa ke dokter.

Kasus pasien positif terjangkit virus corona di Indonesia sendiri per Jumat ini dilaporkan mencapai 369 orang.

Sehari sebelumnya, jumlah pasien Covid-19 berjumlah 308 orang.

Dari total jumlah pasien Covid-19 itu, sebanyak 17 dinyatakan sembuh. Semenyata, 32 orang meninggal dunia.

Gejala atau Ciri-ciri dan Cara Mengecegah Infeksi Virus Corona

Virus Corona atau coronavirus (CoV) merupakan keluarga virus yang menaungi virus SARS-CoV-2 yang terjadi saat ini, SARS-CoV pada 2002, dan MERS-CoV pada 2012.

Kata corona sendiri diambil dari bahasa Latin yang berarti mahkota.

Nama ini diberikan karena bentuk Virus Corona menyerupai mahkota.

Sedangkan penyakit yang disebabkan terinfeksi SARS-CoV-2 disebut Covid-19, yang merupakan akronim dari coronavirus disease 19.

Ciri-ciri Virus Corona hampir mirip dengan gejala flu, di antaranya:

  1. Demam tinggi lebih dari 38 derajat Celsius,
  2. Batuk kering,
  3. Lemas,
  4. Sakit tenggorokan,
  5. Sesak atau kesulitan bernapas, dan
  6. Sakit kepala.
Namun, masa inkubasi virus ini sekitar 14 hari.
Berarti, bisa jadi Anda memiliki virus tersebut hingga 14 hari sebelum Anda menyadari gejalanya.

Jika Anda memiliki gejala seperti yang tercantum di atas dalam fase 14 hari, segera periksakan diri Anda.

Virus Corona bersifat zoonotik.

Ini berarti virus pertama kali berkembang di hewan sebelum akhirnya menyerang manusia.

Ketika sudah menginfeksi manusia, penyebaran Virus Corona dapat melalui droplet pernapasan.

Percikan batuk atau bersin dari orang yang terinfeksi Virus Corona akan menempel di permukaan benda atau kulit manusia.

Sehingga virus akan berpindah ketika manusia menyentuh benda atau melakukan kontak fisik dengan manusia lainnya.

Kemudian, virus akan menginfeksi manusia ketika tangan yang terkontaminasi oleh virus menyentuh wajah, seperti mulut, hidung, dan mata.

Lalu, siapa yang berisiko terinfeksi Virus Corona?
Anda akan berisiko terinfeksi virus ketika Anda berdekatan atau melakukan kontak fisik dengan orang terinfeksi Virus Corona.

Namun, ada beberapa faktor yang membuat orang memiliki risiko lebih tinggi terinfeksi Virus Corona.

Dikutip dari Healthline, Selasa (17/3/2020), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada akhir Januari melaporkan rata-rata orang yang terinfeksi virus berada di usia sekitar 45 tahun dan dua per tiganya merupakan laki-laki.

Hal ini berarti orang tua dan laki-laki rentan terinfeksi Virus Corona.

Selain itu, orang dengan penyakit penyerta juga lebih rentan terinfeksi Covid-19.

Untuk melindungi diri sekaligus menahan penyebaran Virus Corona, Anda dapat melakukan hal-hal berikut, yaitu:

  1. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik. Jika tidak bisa mencuci tangan, bersihkan tangan menggunakan hand sanitizer.
  2. Hindari menyentuh area wajah, seperti mata, hidung, dan mulut sebelum Anda membersihkan tangan.
  3. Jangan keluar rumah jika Anda merasa kurang sehat atau memiliki gejala flu.
  4. Hindari atau batasi kontak fisik dengan orang lain. Jika memungkinkan, usahakan berada pada jarak setidaknya satu meter dengan orang lain.
  5. Tutup mulut dan hidung Anda dengan tisu atau siku bagian dalam ketika batuk atau bersin. Jika Anda menggunakan tisu, segera buang tisu Anda.
  6. Bersihkan barang-barang yang sering Anda gunakan dengan disinfektan, seperti gawai atau handphone, laptop, meja, dan lainnya.
  7. Terapkan gaya hidup sehat, mulai dari pola makan, olahraga, serta hindari begadang untuk menjaga kekebalan tubuh Anda.
(Kompas.com/ Dian Erika Nugraheny/ Fabian Januarius Kuwado/ Tribunnews.com)

Tuesday, July 2, 2019

Mengenal Cacar Monyet (monkeypox) untuk Warga RT. 15 RW. 02 Kel. Jepara Surabaya

July 02, 2019 0
Cacar monyet adalah infeksi virus yang ditandai dengan bintil bernanah di kulit. Penyakit ini terdapat di negara Republik Demokratik Kongo dan Nigeria. Namun pada tanggal 9 Mei 2019, pemerintah Singapura melaporkan bahwa penyakit ini terdapat di Singapura.

Pada awalnya, penyakit cacar monyet memiliki gejala yang serupa dengan cacar air, yaitu bintil berair. Seiring perkembangan penyakit, bintil berair berubah menjadi bernanah serta menimbulkan benjolan di leher, ketiak, atau selangkangan akibat pembengkakan kelenjar getah bening.
Cacar monyet merupakan penyakit yang dapat menular dari orang ke orang, namun sumber utamanya adalah hewan pengerat dan primata, seperti tikus, tupai, dan monyet yang terinfeksi.


Cacar monyet merupakan penyakit yang sangat jarang terjadi, namun dapat menyerang siapa saja. Penyakit ini pertama kali ditemukan saat terjadi wabah di Afrika pada 1970-an.

Penyebab Cacar Monyet
Penyakit cacar monyet disebabkan oleh virus monkeypox, yang menyebar melalui percikan liur penderita, yang masuk melalui mata, mulut, hidung, atau luka pada kulit. Selain melalui percikan liur, penularan juga dapat melalui benda yang terkontaminasi, misalnya pakaian penderita. Meski begitu, penularan dari manusia ke manusia ini terbatas dan membutuhkan kontak yang lama.

Penularan cacar monyet awalnya terjadi dari hewan ke manusia, yaitu melalui cakaran atau gigitan hewan yang terinfeksi virus monkeypox, seperti monyet atau tupai. Selain karena tercakar atau tergigit, terpapar cairan tubuh hewan ini secara langsung atau melalui benda yang terkontaminasi juga dapat membuat seseorang tertular penyakit cacar monyet.

Gejala Cacar Monyet
Gejala cacar monyet akan muncul 5-21 hari sejak penderitanya terinfeksi virus monkeypox. Gejala awal cacar monyet adalah:
  1. Demam
  2. Menggigil
  3. Letih atau lemas
  4. Sakit kepala
  5. Nyeri otot
  6. Pembengkakan kelenjar getah bening (berupa benjolan di leher, ketiak, atau selangkangan)

Gejala awal cacar monyet ini dapat berlangsung selama 1-3 hari atau bahkan lebih. Setelah itu, ruam akan muncul di wajah dan menyebar ke bagian tubuh lainnya, seperti lengan dan tungkai.

Ruam yang muncul akan berkembang dari bintil berisi cairan hingga berisi nanah, lalu pecah dan berkerak, kemudian menyebabkan borok di permukaan kulit. Ruam ini akan bertahan hingga 2-4 minggu.

Kapan harus ke dokter
Pada tanggal 9 Mei 2019, pemerintah Singapura mengumumkan terdapat 1 kasus penderita cacar monyet di Singapura. Sampai artikel ini diterbitkan, belum ada laporan mengenai penularan cacar monyet ke penderita lain.

Segera periksakan diri ke dokter jika merasakan gejala seperti cacar air, yaitu muncul bintil berair, apalagi bila:
  1. Bintil berubah berisikan nanah
  2. Baru berlibur dari Singapura
  3. Terdapat kontak dengan monyet atau tupai
Beberapa negara yang sampai saat ini masih memiliki kasus cacar monyet adalah Republik Demokratik Kongo dan Nigeria. Sebagai informasi, penderita cacar monyet di Singapura adalah seorang warga negara Nigeria. Segeralah berkonsultasi dengan dokter bila mengalami gejala cacar monyet setelah berpergian ke kedua negara tersebut.

Diagnosis Cacar Monyet
Pada tahap awal pemeriksaan, dokter akan memeriksa gejala dan jenis ruam yang muncul. Dokter juga akan menanyakan riwayat berpergian dari negara yang memiliki kasus cacar monyet.

Kemunculan ruam saja belum tentu menandakan cacar monyet, sehingga dokter perlu melakukan pemeriksaan lanjutan untuk melihat keberadaan virus di dalam tubuh, yaitu melalui:
  1. Tes darah
  2. Tes usap tenggorokan
  3. Biopsi kulit (pengambilan sampel jaringan kulit untuk diperiksa dengan mikroskop)

Pengobatan Cacar Monyet
Pengobatan cacar monyet dilakukan untuk meredakan gejala yang muncul. Dokter akan memberikan obat paracetamol untuk meredakan demam dan nyeri, serta meminta penderita untuk beristirahat guna mempercepat proses penyembuhan.

Di samping itu, penderita juga dianjurkan untuk banyak mengonsumsi buah, sayur, gandum utuh, susu rendah lemak, dan biji-bijian sebagai asupan energi dalam melawan infeksi.

Penyakit cacar monyet dapat menular dari orang ke orang, walaupun penyebaran dengan cara ini terbatas, dan 1 dari 10 penderitanya berisiko meninggal dunia. Oleh karena itu, penderita perlu dirawat di ruang isolasi untuk mendapatkan pemantauan dari dokter dan mencegah penyebaran penyakit.

Hingga saat ini, belum ada pengobatan untuk cacar monyet. Cacar monyet dapat sembuh sendiri dengan perlawanan dari sistem kekebalan tubuh penderita.

Komplikasi Cacar Monyet
Cacar monyet memiliki tingkat kesembuhan yang tinggi. Meskipun jarang, penyakit ini tetap dapat berisiko menimbulkan komplikasi. Kurang dari 10% penderitanya bahkan dapat mengalami komplikasi yang berakibat fatal.

Komplikasi cacar monyet antara lain adalah:
  1. Dehidrasi
  2. Infeksi bakteri
  3. Infeksi paru-paru

Pencegahan Cacar Monyet
Pencegahan utama cacar monyet adalah menghindari kontak langsung dengan hewan primata dan pengerat, seperti monyet dan tupai, atau orang-orang yang sedang terinfeksi. Selain itu, beberapa langkah pencegahan lain yang bisa dilakukan adalah:
  1. Rajin cuci tangan dengan air dan sabun, atau pembersih tangan berbahan dasar alkohol, terutama sebelum makan, menyentuh hidung atau mata, dan membersihkan luka.
  2. Hindari berbagi alat makan atau menggunakan sprei yang sama dengan orang yang terinfeksi cacar monyet.
Untuk mencegah penularan, dokter dapat memberikan vaksin variola, terutama bagi petugas medis yang merawat pasien cacar monyet. Selain melakukan vaksinasi variola, petugas medis juga perlu mengenakan alat pelindung diri saat merawat pasien.

Variola atau cacar merupakan penyakit yang telah hilang sejak tahun 1980. Walaupun variola merupakan penyakit yang berbeda dengan cacar monyet, vaksin variola terbukti cukup efektif dalam mencegah cacar monyet. Mengingat penyakitnya yang sudah dimusnahkan, ketersediaan vaksin ini juga terbatas.

NB:
Jika Anda memiliki hewan peliharaan yang diduga terinfeksi virus cacar monyet, segera hubungi dokter hewan dan jangan biarkan hewan tersebut berkeliaran. Perlu diingat, gunakan sarung tangan ketika akan melakukan kontak dengan hewan peliharaan tersebut.

Perbedaan Cacar Air dan Cacar Monyet

July 02, 2019 0
Untuk mengetahui perbedaan Cacar air dan Cacar Monyet, coba simak Demograf berikut:
PENGERTIAN PENYAKIT CACAR AIR
Cacar air adalah penyakit menular yang umumnya terjadi pada anak-anak berusia di bawah 10 tahun, namun tidak jarang penyakit ini akan menimbulkan masalah pada ibu hamil, bayi yang baru lahir, remaja dan dewasa, serta orang-orang yang memiliki ketahanan imun rendah.

Cacar air pada anak bukanlah kondisi medis yang kritis. Namun, anak yang terjangkit cacar biasanya harus dikarantina di rumah agar tidak menularkan virus cacar pada orang lain.

Bintil cacar baru akan muncul setiap hari selama 4-5 hari. Demam yang mengikuti cacar biasanya akan berada di angka tertinggi pada hari ketiga atau keempat. Anak-anak akan mulai merasa baikan dan demam akan menurun setelah bintil cacar perlahan menghilang. Rata-rata seorang anak akan mendapatkan 400-500 bintil cacar.

Cacar air sangat mengganggu penampilan. Tugas Anda sebagai orangtua adalah terus yakinkan anak Anda bahwa luka cacar hanyalah sementara dan akan cepat menghilang. Cacar air tidak meninggalkan bekas luka permanen, kecuali jika bintil cacar air terinfeksi dengan impetigo atau anak Anda terus menerus menggaruk bentolnya. Namun, bekas luka cacar membutuhkan waktu setidaknya 6 – 12 bulan sampai benar-benar hilang.


  • Cacar air biasanya akan hanya akan terjadi sekali, dan setelahnya anak Anda akan membangun imunitas terhadap virus cacar yang akan bertahan seumur hidup. Sangat jarang adanya kasus cacar air yang kambuh lagi pada saat dewasa.

PENGERTIAN CACAR MONYET
Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit meminta dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/ kota serta Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), rumah sakit, dan Puskesmas untuk mewaspadai penyakit cacar monyet (monkeypox).
Hal tersebut tertuang dalam surat edaran tentang Kewaspadaan Importasi Penyakit Monkeypox pada 13 Mei 2019. Kewaspadaan itu dilakukan mengingat posisi negara Singapura dekat dengan Indonesia.

Yang paling dekat dengan Singpura adalah Batam. Jadi kami imbau dinkes dan UPT Kemenkes di sana (KKP, RS, Puskesmas) untuk waspada. Terutama KKP yang menjadi pintu keluar masuk warga negara Singapura.

Berdasarkan data Sistem Karantina Kesehatan (Sinkarkes) dari Januari hingga 10 Mei 2019, kedatangan kapal ke Indonesia terbanyak adalah dari Singapura, yakni 18.176 kapal. Di samping itu, penerbangan dari Singapura relatif cukup banyak sehingga kemungkinan terjadinya penyebaran penyakit monkeypox bisa terjadi.

KKP diminta untuk menyebarluaskan informasi tentang monkeypox kepada masyarakat, melakukan pengawasan yang lebih intensif kepada kru dan pelaku perjalanan dari Singapura, negara-negara Afrika Barat, dan Afrika Tengah, terutama bagi mereka yang terdeteksi demam atau sakit yang diduga gejala monkeypox, serta meningkatkan pengawasan dan pemeriksaan alat angkut untuk memastikan telah bebas rodent (hewan pengerat seperti tikus).


Selain itu, rumah sakit, dan Puskesmas juga diminta menyebarluaskan informasi terkait monkeypox dan memberikan pelayanan kesehatan dengan alat pelindung diri seperti masker dan sarung tangan. (OL-1)
☆☆☆☆☆

Mengenal Cacar Air (Varisela) untuk Warga RT.15 RW.02 Kel. Jepara

July 02, 2019 0
Cacar air adalah penyakit menular yang umumnya terjadi pada anak-anak berusia di bawah 10 tahun, namun tidak jarang penyakit ini akan menimbulkan masalah pada ibu hamil, bayi yang baru lahir, remaja dan dewasa, serta orang-orang yang memiliki ketahanan imun rendah.

Cacar air pada anak bukanlah kondisi medis yang kritis. Namun, anak yang terjangkit cacar biasanya harus dikarantina di rumah agar tidak menularkan virus cacar pada orang lain.

Bintil cacar baru akan muncul setiap hari selama 4-5 hari. Demam yang mengikuti cacar biasanya akan berada di angka tertinggi pada hari ketiga atau keempat. Anak-anak akan mulai merasa baikan dan demam akan menurun setelah bintil cacar perlahan menghilang. Rata-rata seorang anak akan mendapatkan 400-500 bintil cacar.

Cacar air sangat mengganggu penampilan. Tugas Anda sebagai orangtua adalah terus yakinkan anak Anda bahwa luka cacar hanyalah sementara dan akan cepat menghilang. Cacar air tidak meninggalkan bekas luka permanen, kecuali jika bintil cacar air terinfeksi dengan impetigo atau anak Anda terus menerus menggaruk bentolnya. Namun, bekas luka cacar membutuhkan waktu setidaknya 6 – 12 bulan sampai benar-benar hilang.

Cacar air biasanya akan hanya akan terjadi sekali, dan setelahnya anak Anda akan membangun imunitas terhadap virus cacar yang akan bertahan seumur hidup. Sangat jarang adanya kasus cacar air yang kambuh lagi pada saat dewasa.
Apa ciri dan gejala cacar air pada anak?
Ciri dan gejala cacar air pada anak yang harus Anda perhatikan, yaitu:

  1. Bentol-bentol kecil kemerahan yang perlahan menebal dan terisi cairan
  2. Setelah 1-2 hari, bintil mengering, mengelupas, dan menjadi koreng
  3. Kumpulan cacar baru akan muncul setelah 4-5 hari setelahnya
  4. Diameter bintil tidak lebih dari 0.5 cm
  5. Ruam kemerahan yang muncul biasanya dimulai dari area sekitar kepala dan punggung, kemudian menyebar ke seluruh tubuh setelah 1-2 hari
  6. Demam. Semakin banyak bintil cacar yang mucul, semakin tinggi demam. Namun, anak Anda mungkin tidak akan mengalami demam pada hari pertama cacar atau jika bintil yang muncul tidak terlalu parah.
  7. Ruam juga umum terjadi dalam mulut, kelopak mata, dan kelamin
  8. Anak Anda terkena kontak dengan anak penderita cacar air 10-21 hari sebelumnya
Jika anak Anda menunjukkan gejala yang berbeda, hubungi dokter. Umumnya diagnosis cacar air pada anak terbilang mudah.


Bagaimana cara mengatasi cacar air pada anak?
Tips mengatasi cacar air dan mengurangi rasa gatal yang Anda bisa lakukan sendiri di rumah, termasuk:
1. Berendam air dingin
Air dingin bertindak sebagai kompres yang meringankan rasa gatal dan kemerahan akibat cacar. Minta anak Anda untuk berendam air dingin setidaknya selama 10 menit setiap empat jam sekali pada beberapa hari pertama ia terkena cacar air. Berendam aman dilakukan sebagai terapi rumahan karena cacar menular hanya melalui udara, bukan air.

Untuk melindungi bintil cacar agar tidak pecah, jangan gosok dengan handuk saat mengeringkan badan. Tepuk-tepuk perlahan tubuh sampai air menyerap kering. Setelah mandi, Anda bisa aplikasikan bedak dingin (calamine) untuk meringankan gatal. Atau, kompres bintil-bintil cacar dengan es batu. Jika anak Anda mengeluhkan gatal yang amat sangat sehingga mengganggu tidur, berikan obat antihistamin yang dijual bebas di apotek.

2. Redakan demam
Berikan anak Anda acetaminophen untuk beberapa hari pertama jika ia menunjukkan gejala demam, namun jangan berikan ibuprofen. Ibuprofen ditakutkan menyebabkan risiko efek samping infeksi strep parah. Jangan pula berikan aspirin pada balita dan anak kecil yang terjangkit cacar air, akibat efek samping sindrom Reye.

3. Makanan dingin
Bentol cacar air pada anak juga bisa ditemukan dalam mulut dan tenggorokan. Rasa panas dan tidak nyaman yang ditimbulkan oleh ruam kemerahan akan menyebabkan anak Anda sulit makan. Berikan pilihan makanan halus dan dingin (es krim, telur, puding, agar-agar, kentang tumbuk). Hindari memberikan makanan asin dan buah-buahan asam untuk sementara waktu.

4. Untuk bayi yang terkena cacar, berikan minum dari sippy cup dan bukan dari botol
Dot botol akan menyebabkan nyeri dalam mulut makin parah. Jika anak Anda berusia empat tahun ke atas dan mengeluhkan rasa sakit dalam mulut yang tidak tertahankan, anjurkan ia untuk berkumur dengan sesendok antasid cair dan lakukan empat kali sehari setelah makan.

5. Mengatasi nyeri pada kelamin akibat cacar air pada anak
Nyeri akibat cacar air umum terjadi pada organ intim dan dapat sangat menyakitkan bagi anak Anda. Jika anak Anda (perempuan, terutama) mengeluhkan rasa sakit yang tidak tertahankan hingga menahan buang air kecil, oleskan anestesi lokal berupa salep yang mengandung xylocaine 2.5% (biasanya obat ini dijual bebas) di vaginanya sesering mungkin, setiap 2-3 jam sekali, untuk meringankan rasa nyeri. Berendam air dingin juga akan sangat membantu.

6. Cegah anak agar tidak menggaruk
Untuk mencegah infeksi bakteri, gunting kuku anak Anda. Jangan lupa pula untuk selalu cuci tangan dengan sabun antibakteri. Jangan biarkan anak Anda menggaruk dan mengorek bintil cacar, terutama pada wajah. Untuk bayi yang belum bisa mengontrol diri, sebaiknya bungkus tangannya dengan sarung tangan bayi.

7. Karantina anak di rumah
Anak yang terjangkit cacar dapat menularkan virusnya ke anak-anak lain di sekitarnya, terutama di hari-hari pertama mereka terkena cacar. Untuk menghindari penularan, istirahatkan anak Anda di rumah setidaknya selama seminggu. Lebih dari itu, anak Anda sudah dapat kembali ke sekolah dan menjalani aktivitas sehari-hari. Tidak usah khawatir walaupun pengelupasan masih tampak di kulitnya, proses ini tidak menular dan akan berhenti dengan sendirinya dalam 2 minggu.

Untuk menghindari penularan, jangan bawa anak Anda ke rumah sakit atau tempat praktik dokter anak. Jika benar-benar dibutuhkan, titipkan anak sementara di dalam mobil bersama pengasuhnya selagi Anda menunggu antrian. Hindari menempati anak yang terjangkit cacar air berdekatan atau seruangan dengan ibu hamil yang tidak terjangkit cacar pada trimester pertamanya. Virus cacar membawa risiko pada janin yang dikandungnya.

8. Hindari paparan sinar matahari
Bintil cacar dapat muncul di tempat-tempat yang terkena kontak langsung sinar matahari.

9. Acyclovir
Acyclovir adalah obat antivirus oral yang digunakan untuk mengobati cacar air. Obat ini hanya akan membantu jika mulai diberikan dalam waktu 24 jam setelah gejala pertama cacar air tampak. Menurut sejumlah penelitian, acyclovir dapat mengurangi jumlah bintil cacar hingga 20% dan mempersingkat waktu sakit. Namun, tingkat komplikasi cacar air tidak dapat dikurangi. Acyclovir harus digunakan rutin selama lima hari berturut-turut. Obat ini dilaporkan memiliki sedikit efek samping.

Anak-anak yang terjangkit cacar air namun juga memiliki defisiensi sistem imun, mengonsumsi steroid, atau memiliki penyakit kulit atau paru kronis harus ditangani dengan acyclovir. Beberapa dokter akan meresepkan acyclovir untuk orang dewasa, remaja, dan dewasa muda. Namun, kebanyakan dokter tidak akan menggunakan acyclovir pada anak yang sehat.

Kapan saya harus ke dokter?
Segera hubungi dokter, jika:
  1. Anak Anda sulit untuk dibangunkan dari tidur atau terbangun kebingungan (hubungi 112)
  2. Timbul belang kemerahan pada kulit anak Anda, atau area kulit yang melunak
  3. Timbul ruam merah berbintik seperti penyakit skarlatina (scarlet fever)
  4. Anak Anda kesulitan berjalan
  5. Anak Anda mengeluhkan kaku leher
  6. Anak Anda kesulitan bernapas
  7. Mual dan muntah yang terjadi lebih dari tiga kali
  8. Terjadi perdarahan pada bintil cacar
  9. Anak Anda terlihat sangat pucat kesakitan dan kelelahan
  10. Demam berlangsung lebih dari 4 hari
  11. Gatal semakin parah dan tidak bereaksi terhadap pengobatan
Anak Anda tidak kunjung merasa baikan
Hubungi dokter dalam 24 jam, jika:
  • Bintil tampak melunak dan mengeluarkan nanah
  • Bintil membesar (untuk sementara waktu, berikan salep antibiotik nonresep sampai Anda merasa perlu akan kunjungan dokter)
  • Salah satu kelenjar getah bening membesar dan melunak
  • Anak Anda terkena cacar air, namun tidak pernah menerima vaksin cacar atau mengidap cacar sebelumnya
  • Anda merasa perlu mengunjungi dokter anak
Bagaimana cara mencegah cacar air oada anak?
Pencegahan cacar air dilakukan dengan pemberian vaksin cacar (imunisasi). Vaksin juga dapat diberikan untuk meringankan tingkat keparahan cacar air pada anak yang sedang terjangkit cacar air. Berikan vaksin selambat-lambatnya lima hari setelah kontak pertama dengan virus. Untuk mendapatkan vaksin, hubungi dokter anak Anda.
☆☆☆☆☆

Thursday, January 31, 2019

DBD Mengancam Kita, Cegah DBD Dengan Gerakan Peduli Lingkungan

January 31, 2019 0
Bukan hanya Bumantik yang wajib peduli tapi semua warga RT.15 RW.02 Kel. Jepara Surabaya wajib peduli dengan keadaan rumah masing-masing karena sekarang (Kamis, 31 Januari 2019) musim penghujan dan penderita DBD (Demam Berdarah) terus bertambah di Pulau Jawa,  

DBD Mengancam Kita
GERAKAN SERENTAK kegiatan Kerja Bakti/ PSN Dirumah masing-masing dan sekitarnya, Harus Tepat sasaran Fokus ke titik sasaran.

AIR YANG TIDAK BERHUBUNGAN LANGSUNG DENGAN  TANAH
  1. Bak KAMAR MANDI/ TOILET, 
  2. Tempat penampungan Air, 
  3. Air Jebakan semut (kaki meja) 
  4. Air pembuangan kulkas,
  5. Tempat minum burung (yang jarang diganti) 
  6. Pot Bunga 
  7. Barang bekas di sekitar rumah (ban, kaleng, bathok/ tempurung kelapa, botol, gelas air mineral, potongan bambu,  semua tempat yang bisa nenampung air
PASTIKAN RUMAH DAN SEKITAR ANDA TIDAK ADA JENTIK
Karena 1 jentik betina, dalam 12 - 14 hari akan berubah jadi nyamuk Dewasa 
  1. 1 nyamuk betina dewasa sekali bertelur = 100-150 butir telur.
  2. Dalam hidupnya (1 bulan) bertelur/- 4 X
Jadi.....
1 Nyamuk x 4 x 150 = 600  telur !!!  
(Ada Jentik berarti kita Terancam Demam Berdarah

Ingat....!!!
Jam kerja nyamuk 
Aedes Agypti dan Aedes Albopictus
  • Pagi : 09.00 - 10.00 
  • Sore : 15.00 - 16.00
PAKAI SELALU LOTION ANTI NYAMUK 
(Terutama Anak-anak pada saat Pagi/ sebelum berangkat Sekolah/ Sore/ saat  bermain
loading...

loading...
‌Jangan Salah Sasaran
Dalam melakukan PSN Pemberantasan Sarang Nyamuk
(BUKAN memotong pohon, bersih-bersih rumput, menata bunga dan lain-lain, karena jentik tdk bersarang di rerumputan).

Semangat ...💪