Kumpulan Artikel Kami

Cerpen (11) Kesehatan (15) Numerologi (6) Sejarah (10) Sosial Budaya (21) Tips & Trik (8)
Showing posts with label Cerpen. Show all posts
Showing posts with label Cerpen. Show all posts

Friday, January 11, 2019

Kisah Tukang Becak Malang dengan Uang Simpanan Rp 49 Juta

January 11, 2019 0
Seorang tukang becak ditemukan tergolek lemas tak berdaya di atas kendaraannya di Kota Surabaya. Bahkan wajahnya tampak pucat dan tubuhnya demam tinggi.

Kakek yang belakangan diketahui bernama Askan (72) ini ditemukan sakit di sekitar Jalan Teratai samping SDK Gabriel Tambaksari, Rabu (21/3/2018). 

"Kita temukan sekitar pukul 1-2-an (siang) dalam kondisi demam," ujar Tri Wahyudi, salah satu anggota karang taruna setempat.

Mereka lantas melaporkan kejadian ini ke pihak Kecamatan Tambaksari, sedangkan Askan dilarikan ke RSU Dr Soetomo. Namun ketika Tri bersama rekannya mencoba mencari identitas Asnan agar dapat menghubungi keluarganya, ia dibuat terkejut dengan temuan di bawah jok becak Askan. 

Ia menemukan sebuah tas kresek yang berisi ratusan uang pecahan Rp 2.000 hingga Rp 100.000 yang digulung dan diikat karet gelang. Setelah dihitung oleh pihak kecamatan, jumlahnya cukup fantastis, yaitu mencapai Rp 48.970.000.
Askan saat masih dirawat di RSU Dr Soetomo. (Foto: Hilda Meilisa Rinanda/File)
Di rumah sakit, Askan kemudian didiagnosa menderita penyakit TBC. Untuk itu ia dirawat dalam ruang isolasi khusus pasien TBC.

Akan tetapi sejak masuk rumah sakit, belum ada satupun anggota keluarganya yang berupaya menghubungi ataupun menjenguknya. 

Dari pengakuan Askan kepada dokter yang merawatnya di RSU Dr Soetomo, Askan puluhan tahun hidup seorang diri di Kota Pahlawan. 

"Beliau punya istri namun istrinya telah lama meninggal dunia," ujar salah satu dokter yang merawat Askan, dr Arief Bakhtiar SpP.

Supervisor paru di unit Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) Dr Soetomo ini menambahkan, Askan mengaku memiliki dua orang anak. Namun ia sudah lama tak bertemu dengan anaknya. 

"Pak Askan sudah lama tidak bertemu dengan anaknya. Dia juga tidak mengetahui keberadaan anaknya," tambah Arief. 

Informasi lain yang diperoleh Camat Tambaksari Ridwan Mubarun adalah pengakuan Aksan tentang keberadaan anaknya di Kalimantan. "Dulu dia memang sempat kesana, tetapi dalam beberapa tahun ini sudah tidak pernah lagi," ujar Ridwan.

Namun ketika ditanya lebih lanjut, jawaban Askan justru tidak nyambung. Askan juga pernah mengaku berasal dari Jombang namun memiliki paman dan keponakan di Surabaya.

Kemudian informasi itu direvisi, bilang hanya punya kenalan bernama Halimah di daerah Tambaksari. Selanjutnya ia mengaku hidup seorang diri. Tim medis RSUD Dr Soetomo menengarai Askan mengalami kepikunan. 
Askan sebelum dievakuasi. (Foto: Istimewa)
Kendati demikian, sejak kabar tentang Askan tersebar, pihak RS mengamati banyak orang yang mengaku-aku sebagai keluarga atau teman dekat Askan. Dalam sehari, jumlahnya mencapai belasan hingga 20-an orang.

Hal ini diungkapkan Wakil Kepala Ruangan Palem, Dwi Wahyuni. Ia juga bercerita bahwa orang-orang yang mengaku ini biasanya paling banyak datang di sore dan malam hari. Karena jika pagi hingga siang, penjagaan di rumah sakit untuk penjenguk cukup ketat. 

Namun saat dimintai keterangan tentang hubungan keluarga maupun identitas, mereka enggan memberikan. "Ketika ditanya mereka bilang hubungannya teman dan keluarganya tapi tidak mengaku siapa namanya," tambahnya.

Pihak RS kemudian berinisiatif menolak dan meningkatkan penjagaan terhadap Askan agar tidak ada yang menyalahgunakannya.
Uang milik Askan. (Foto: Istimewa)
Sementara Asnan dirawat di RS dan tak ada keluarga yang bisa dititipi uangnya, pihak kecamatan kemudian mengamankan seluruh barang milik pria itu, termasuk uang puluhan jutanya. 

"Uangnya setelah kita hitung, kita bungkus rapat lalu kita lakban dan kita tempatkan di brankas," kata Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Tambaksari, Maria Agustin.

Ridwan mengatakan, jika sudah sembuh, maka Asnan direncanakan akan ditempatkan di Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) sebab ia perlu pendampingan dari tim Satuan Tugas (Satgas) TB.

"Pak Asnan kalau sembuh mungkin tidak bisa 100% tapi kalau sudah boleh pulang dari RS, Pak Asnan mungkin bisa tinggal di Liponsos (Lingkungan Pondok Sosial). Pendampingan dalam hal kontrol pengobatan TB-nya. Selain itu obatnya juga tidak boleh putus," jelas Ridwan.

Namun malang, setelah dua minggu lebih tinggal di UPTD Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Keputih Surabaya, Askan akhirnya menghembuskan napas terakhirnya.

"Kemarin Jumat (20/4) bapak Askan meninggal dunia sekitar pukul 06.00 WIB dalam kondisi tertidur di ranjang perawatan," ungkap Ridwan.
Sebelum Askan meninggal dunia. Ridwan menyampaikan berdasarkan informasi dokter UPTD Liponsos, Askan pada pukul 05.00 WIB sempat dimandikan tim perawat. Kemudian satu jam berikutnya, perawat kembali dan mengecek denyut. Askan meninggal dunia. Selama di Liponsos, Askan dirawat di ruang khusus oleh satu dokter dan perawat khusus.

Uang Rp 49 juta yang dimiliki Askan disebut masih disimpan di brankas kecamatan. Namun ke depan, Ridwan belum tahu akan dikemanakan uang itu.

"Ini kan menyangkut harta warisan. Saya takut menjadi fitnah. Rencananya kami akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial, Karang Taruna yang pertama kali menemukan beserta pihak Polsek Tambaksari dan Koramil kami akan menyepakati untuk diberikan ke mana. Yang pasti uang ini untuk amalan Pak Askan," tandas Ridwan.

Ridwan berencana menyumbangkan uang itu ke masjid di kawasan Taman Teratai, tempat pertama kali Askan ditemukan dalam kondisi sakit. 

"Kalau dari saya sih, rencananya akan menyumbangkan di masjid di daerah situ. Tapi kalau sepakat, nanti biar ada saksi dari kepolisian dan muspika kepada pihak masjid. Nanti kalau ada pihak keluarganya yang menanyakan keberadaan uang itu kami ada saksinya dari pihak kepolisian dan koramil," lanjutnya.
☆☆☆☆☆
Tak Beridentitas dan Keluarga Masih Dicari, Perawatan Asnan Gratis
Asnan, tukang becak jutawan dirawat di RSUD Dr Soetomo Surabaya. (Foto: Istimewa)
Pemkot Surabaya pastikan biaya perawatan tukang becak 'jutawan' Asnan (72) di RSUD dr Soetomo gratis dengan anggaran Jamkesda (Jaminan Kesehatan Daerah) Provinsi Jatim.

"Sejak dirawat biaya perawatannya gratis," kata Camat Tambaksari Ridwan Mubarun kepada detikcom di sela pembukaan Musrenbang di Graha Sawunggaling Gedung Pemkot lantai 6, Selasa (27/3/2018).

Sejak ditemukan lemas, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Dinsos Kota Surabaya untuk pengurusan perawatan Asnan. Hal ini disebabkan yang bersangkutan tidak memiliki identitas serta tidak mempunyai BPJS Kesehatan.


"Dinsos memberikan rekomendasi untuk perawatan menggunakan Jamkesda Provinsi, karena Pak Asnan tidak mempunyai BPJS dan tidak mempunyai identitas ditambah mengakunya warga Jombang," ungkap Ridwan.

Mantan Camat Rungkut ini menegaskan, pihaknya akan tetap memantau kondisi Asnan serta berusaha menemukan keluarga tukang becak 'jutawan'.

"Bagaimanapun, kami tetap pantau tiap hari kondisi dan perkembangan kesehatan Pak Asnan," tambah dia.

Asnan ditemukan sakit parah di atas becak di Jalan Teratai Tambaksari, Rabu (21/3/2018). Dia langsung dievakuasi ke RSUD Dr Soetomo. Berdasarkan pemeriksaan awal, pria yang mengaku berasal dari Jombang itu terjangkit TBC.
☆☆☆☆☆
Penampakan Uang Rp 49 Juta Milik Asnan Tukang Becak Jutawan
Uang Asnan disimpan di kantor Kecamatan Tambaksari Surabaya. (Foto: Istimewa)
Jumlah uang milik Asnan, tukang becak yang ditemukan sakit parah di Jl Teratai Tambaksari Surabaya, mengagetkan. Totalnya nyaris Rp 49 juta. Uang itu disimpan di tas kresek.

Setelah Asnan dievakuasi ke RSUD Dr Soetomo, Rabu (21/3), uang dan barang pribadinya diamankan petugas Kecamatan Tambaksari. Uang terdiri dari pecahan Rp 2 ribu hingga Rp 100 ribu. Tak diketahui berapa tahun ia menabung hingga menghasilkan uang jutaan.

"Uangnya setelah kita hitung, kita bungkus rapat lalu kita lakban dan kita tempatkan di brankas," kata Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Tambaksari, Maria Agustin, Senin (26/3/2018).
Keluarga Asnan hingga saat ini belum diketahui keberadaannya. Ia mengaku mengaku berasal dari Jombang dan memiliki kerabat di Surabaya. Informasi ini masih dicek.

"Kita akan cek dan telusuri," kata Camat Tambaksari Ridwan Muabrun.

Asnan didiagnosa terjangkit TBC. Darah dan dahaknya dicek di laboratorium. Saat ini ia diterapi dan diberi obat sesuai keluhan. Kondisinya cukup membaik dibanding saat dibawa ke RS.
☆☆☆☆☆
Momen Evakuasi Asnan, Tukang Becak yang Simpan Uang Rp 49 Juta
Asnan, tukang becak yang simpan uang Rp 48 juta, dievakuasi ke RSUD Dr Soetomo Surabaya. (Foto: Istimewa)
Asnan, pria berusia 72 tahun, ditemukan dalam kondisi sakit di atas becaknya. Dia dievakuasi ke RSUD Dr Soetomo, Jalan Karangmenjangan Surabaya. Ada uang Rp 49 juta di jok becaknya. 

Foto ini merupakan dokumentasi Camat Tambaksari Ridwan Mubarun. Asnan ditemukan di sekitar Jalan Teratai samping SDK Gabriel Tambaksari, Rabu (21/3). Dia meringkuk di atas becak dengan bertelanjang dada. Tubuhnya demam tinggi.

"Kita temukan sekitar pukul 1-2-an dalam kondisi demam," ujar Tri Wahyudi, anggota Karang Taruna setempat, Sabtu (24/3/2018).

Kejadian itu dilaporkan ke pihak Kecamatan Tambaksari. Asnan dilarikan ke RSUD Dr Soetomo saat itu juga. Tak ada identitas seperti KTP atau dokumen lain di becak Asnan. Hanya ada perlengkapan mandi seperti sikat gigi hingga sabun. Ada pula beberapa pasang pakaian yang sudah usang.
Di jok becak ada tas kresek berisi uang pecahan Rp 2.000 dan Rp 100 ribu. Jumlahnya mengagetkan. Total Rp 48.970.000 atau nyaris Rp 49 juta.

Asnan belum bisa dikonfirmasi soal uang tersebut. Kini ia diisolasi di RSUD Dr Soetomo dan didiagnosa terjangkit TBC.
☆☆☆☆☆
Askan Tukang Becak Jutawan Meninggal Dunia
Askan saat dirawat di RSU Dr Soetomo Surabaya. (Foto: Hilda Meilisa Rinanda/ detikcom)
Askan (80), pengayuh becak yang ditemukan sakit dengan membawa uang Rp 49 juta di becaknya, akhirnya meninggal dunia setelah dirawat di UPTD Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Keputih Surabaya.

"Kemarin Jumat (20/4) bapak Askan meninggal dunia sekitar pukul 06.00 WIB dalam kondisi tertidur di ranjang perawatan," kata Camat Tambaksari Ridwan Mubarun kepada detikcom,Sabtu (21/4/2018).

Sebelum Askan meninggal dunia. Ridwan menyampaikan berdasarkan informasi dokter UPTD Liponsos, Askan pada pukul 05.00 WIB sempat dimandikan tim perawat. Kemudian satu jam berikutnya, perawat kembali dan mengecek denyut. Askan meninggal dunia.

Askan yang sebelumnya dirawat di RSU Dr Soetomo, tinggal dan dirawat di UPTD Liponsos Keputih selama dua minggu lebih sejak 4 April 2018. Selama di Liponsos dia dirawat di ruang khusus dan dirawat oleh satu dokter dan perawat khusus. 
Setelah berkoordinasi dengan Dinas Sosial, UPTD Pemakaman dan Kecamatan Tambaksari akhirnya jenazah Askan dikebumikan di UPTD Pemakaman Putat Jaya.

"Makam itu memang dikhususkan bagi warga yang tidak memiliki identitas yang lengkap di Kota Surabaya. Tapi kami sempat minta untuk dibuat nisan bertuliskan nama beliau jika nanti ada kelurganya yang datang dan ziarah," tandasnya.

Askan ditemukan dalam kondisi sakit di Jalan Teratai Tambaksari, Surabaya, Rabu (21/3). Di jok becaknya ada uang Rp 48 juta. Askan dilarikan ke RSU Dr Soetomo dan didiagnosis sakit paru-paru. Setelah dianggap membaik, dia dibawa ke Liponsos karena keluarganya tak kunjung diketahui.
☆☆☆☆☆
Upaya Tak Berujung Temukan Keluarga Askan Tukang Becak Jutawan
Askan diizinkan pulang dari RSUD Dr Soetomo dan dibawa ke Liponsos. (Foto: Hilda Meilisa Rinanda/ detikcom)
Keluarga Askan, tukang becak yang ditemukan sakit dengan membawa uang Rp 49 juta di becaknya, belum juga ditemukan. Meski sempat banyak yang mengaku anggota keluarganya saat dia dirawat di RSU Dr Soetomo, namun hingga kini belum ada anggota keluarga asli yang menjenguk.

"Belum, belum ditemukan keluarganya," ujar Camat Tambaksari Ridwan Mubarun saat dihubungi detikcom, Kamis (5/4/2018). 

Askan menyebut memiliki kenalan bernama Halimah. Sosok ini belum dikonfirmasi karena dia bukan keluarga, tapi langganan Askan membeli rokok. Kini, Dinas Sosial Kota Surabaya tengah berupaya mencari keluarga Askan yang kabarnya berada di salah satu desa di Jombang. 

"Nanti ada petugas Liponsos yang ditugaskan untuk mencari anggota keluarganya di daerah Sumberboto, Jombang," tambah Ridwan. 

Pengakuan Askan berubah-ubah. Dia pernah menyebut memiliki keponakan dan kerabat di Surabaya, namun setelah dicek ternyata tidak ada. Dia juga pernah menyebut memiliki 2 anak yang tinggal di Kalimantan. Tidak jelas alamat kedua anak tersebut karena hidup terpisah.

Tim medis menengarai Askan pikun. Maka itu, keterangannya berubah-ubah.

Saat ini, usai mendapat perawatan di RSU Dr Soetomo Surabaya karena menderita infeksi paru-paru selama dua pekan sejak Rabu (21/3), Askan kini diperbolehkan pulang. Kondisi Askan telah membaik meski belum dinyatakan sembuh karena penyakitnya membutuhkan pengobatan rutin. 

Karena sehari-hari hidup dan tinggal di becak, kepulangan Askan dari rumah sakit pada Rabu (4/4) dijemput pihak Dinsos menggunakan ambulans. Askan pun diantar ke Liponsos Surabaya untuk selanjutnya mendapat perawatan dari petugas dan dokter khusus untuk rawat jalan.
☆☆☆☆☆
Hidup Sendiri di Surabaya, Begini Pengakuan Askan soal Keluarga
Kepala Instalasi PKRS dan Humas RSUD Dr Soetomo dr Pesta Parulian (berbaju batik) dan dokter spesialis paru Arief Bakhtiar. (Foto: Hilda Meilisa Rinanda/ detikcom)
Askan (sebelumnya ditulis Asnan), tukang becak yang ditemukan lemas di Tambaksari, Surabaya dengan membawa uang Rp 49 juta di becaknya pada Rabu (21/3) dikenal sudah puluhan tahun hidup di Kota Pahlawan. Namun, dia memang hidup seorang diri sejak lama. Di mana keluarganya? Begini cerita Askan kepada dokter. 

"Beliau punya istri namun istrinya telah lama meninggal dunia," ujar dokter spesialis paru di RSUD Dr Soetomo dr Arief Bakhtiar Sp.P di RSUD Dr Soetomo, Jalan Mayjen Prof Dr Moestopo, Surabaya, Selasa (27/3/2018).

Supervisor paru di unit Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) Dr Soetomo ini menambahkan, Askan mengaku memiliki dua orang anak. Namun sudah lama dia tidak bertemu dengan anaknya. 

"Pak Askan sudah lama tidak bertemu dengan anaknya. Dia juga tidak mengetahui keberadaan anaknya," tambah Arief. 
Namun ketika ditanya lebih detail mengenai anaknya, Askan mengaku tidak ingat. Hal ini dimaklumi dokter karena kondisi Askan belum pulih sepenuhnya dan terkadang sering pikun. 

Saat ini, Askan masih dalam tahap penyembuhan penyakit TBC yang dideritanya. Askan ditemukan lemas di becaknya di daerah Tambaksari dengan demam tinggi. 
loading...

loading...
Hingga kini, belum ditemui identitas Askan pun juga keluarganya. Untuk itu, pihak rumah sakit bekerja sama dengan dinas sosial dan kecamatan setempat dalam pengurusan administrasi. 

"Pengurusan administratif dibackup Dinas Sosial Surabaya dan pihak Kecamatan Tambaksari," ujar Arief.
☆☆☆☆☆
Artikel di atas di kutib dari kabar yang dimuat di: detik.com

Friday, February 9, 2018

Thursday, February 8, 2018

Si Tikus Yang Tanpa Penghargaan

February 08, 2018 0
Aku berjalan disebuah malam sendiri, pada saat aku tidak berdaya. Aku berfikir memiliki teman yang baik bagaikan saudara. Tapi ternyata aku salah. Persaudaraan itu kian lama kian memudar. Entah apa yang membuatnya demikian. 
Kemanakah saudara saudaraku itu, ketika aku terpuruk tak satupun yang menepuk pundakku dan berkata walau hanya sekedar sapa. Semua berpura-pura tidak mengenalku, bahwasanya aku dan mereka pernah tertawa bersama dan mendayung bersama. 

Lalu aku mencoba mentengadahkan kepala menatap bintang gumintang, mereka selalu berkedip bersama tapi tidak pernah bergandengan tangan. Pancaran cahaya mereka selalu saling membelenggu, untuk mencapai titik yang gelap.

Tahukah kamu tentang titik yang gelap? Itulah cita-cita cahaya yang memancar dari kerajaan bintang itu. Dan aku hanya Si Tikus yang bersembunyi di bawah kolong.

Semakin larut semakin aku sadar, bahwasanya duniaku dan dunia mereka telah berbeda. Mereka adalah pasukan di atas awan, sedangkan aku hanya Si Tikus yang kotor. Tidak ada yang abadi disini, tidak ada kata kesetiaan, kesetian itu hanya ada ketika mereka membutuhkan. Dan dibuang bagaikan sampah tanpa penghargaan.
---------------------------------------------------------------------------------

Thursday, February 1, 2018

Ada Cinta Di Setiap Tetes Aroma Parfum/ Minyak Wangi Master Spray Cologne Power Read

February 01, 2018 2
Bau Tubuh terkadang membuat kita kurang Nyaman dan membuat kita minder dari interaksi sosial, untuk menghilangkan bau tubuh tidak cukup hanya dengan mandi.

Tapi, kita juga harus menggunakan alternatif lain yaitu dengan menggunakan parfum atau minyak wangi.
Penampilan Terbaru Parfum/ Minyak Wangi Master Spray Cologne Power Read

Pengalaman pribadi dan kesetiaan menggunakan minyak wangi pada diri saya pribadi terbilang cukup lama. Sejak tahun 2003 hingga saya menulis blog tentang minyak wangi ini (2018) sudah 15 tahun lamanya dan tidak pernah menggantinya. 

Saya adalah pencinta Aroma Parfum/ Minyak Wangi Master Spray Cologne Power Read. Pernah saya mencoba dengan merek lain dan aroma lain dari Parfum/ Minyak Wangi Master Spray Cologne Power Read membuat saya tidak nyaman dan akhirnya saya pun kembali lagi menggunakan Parfum/ Minyak Wangi Master Spray Cologne Power Read.

Aroma Parfum/ Minyak Wangi Master Spray Cologne Power Read untuk saya dengan keharuman yang menyegarkan sekaligus membantu mengurangi bau tidak sedap pada tubuh, membuat saya merasa tampil percaya diri dan maskulin. Parfum sudah dikenal sejak tahun yang lalu - kata "Parfum" berasal dari bahasa Bahasa Latin Per-Fume artinya "melalui asap". 

Salah satu kegunaan parfum tertua berupa bentuk pembakaran dupa dan herbal aromatik yang digunakan dalam pelayanan keagamaan. 

Biasanya yang digunakan untuk aromatik gums, kemenyan dan mur ini dikumpulkan dari pohon. 

Mesir adalah yang pertama memasukkan parfum ke budaya mereka diikuti oleh Cina kuno, Hindu, Israel, Carthaginians, Arab, Yunani, dan Romawi. Penggunaan awal dari botol parfum adalah di Mesir sekitar 1000 SM. 

Mesir menemukan gelas dan botol parfum adalah salah satu penggunaan umum pertama untuk kaca.

Pertama kali saya menggunakan Parfum/ Minyak Wangi Master Spray Cologne Power Read ini adalah pada waktu saya masih kelas 3 SMA (sebelumnya tidak pernah pakai minyak wangi, jadi Bau😊😊😊) yang di belikan Pacar saya waktu SMA (Cie-cie Coba Mengingat Masa Lalu Critanya!!). 

Sehabis Olah Raga dan pacar saya duduk di samping saya merasa kurang nyaman karena bau badan saya yang akhirnya di membelikan saya Parfum/ Minyak Wangi Master Spray Cologne Power Read.

Dan sejak saat itulah saya menggunakan Aroma Parfum/ Minyak Wangi Master Spray Cologne Power Read. Tapi jangan salah persepsi dulu soal alasan saya tetap setia menggunakannya, karena pada dasarnya saya adalah tipe orang yang tidak suka mengubah ciri kas diri (mencoba beralibi/ Gagal Move On😀😀😀😀).

Bisa dibilang Ada Cinta Di Setiap Tetes Aroma Parfum/ Minyak Wangi Master Spray Cologne Power Read. Dari setiap keharumannya terdapat kisah kasih di sekolah, sebuah cerita cinta dimasa SMA dan kenangan itu tetap abadi bersama Aroma Parfum/ Minyak Wangi Master Spray Cologne Power Read.
---------------------------------------------------------------------------------
FIVE MINUTES BAND
"Pujaan Hati"
Masa Itu Adalah Masa Yang Paling Terkenang
Mengerti Makna Dari Sang Fajar Harapan
---------------------------------------------------------------------------------
Lambat tahun keberadaan Parfum/ Minyak Wangi Master Spray Cologne Power Read ini semakin langka. Dulu Parfum/ Minyak Wangi Master Spray Cologne Power Read ini masih mudah ditemui di minimarket Kota Surabaya. Tapi yang pasti sang mantan bukan untuk dilupakan, tapi cukuplah dikenang. 
[Baca: Cara Menjalin Hubungan Dengan Mantan Menjadi Sahabat]
---------------------------------------------------------------------------------

Sebilah Pisau Yang Tidak Berwujud

February 01, 2018 0
Satu kata yang cukup untuk menghancurkan sebuah pernikahan yang bahagia: curiga.

Peristiwa itu berawal dari perang antar sepasang suami istri.
Saat itu saya sedang duduk di depan layar TV, tiba-tiba terdengar ketukan pintu.

Saya pun membuka pintu dan terlihat Kevin tetanggaku itu berdiri di luar. Wajahnya tampak kusut, perutnya terlihat turun naik dengan napas tersengal-sengal.

Melihat itu, saya pun seketika membayangkan kodok di kolam dengan isi perut buncitnya yang turun naik.

Kemudian saya melihat lehernya, dan hampir saja saya memuntahkan makanan dari dalam mulut saya.

Pasalnya, terlihat jelas beberapa garis merah bekas cakaran jari tangan dan tak perlu ditebak lagi, pasti hasil karya istrinya.

Kevin menghempaskan pantatnya di atas sofa, kemudian mulai menumpahkan uneg-unegnya, dan menekankan secara berulang tidak tahan lagi hidup seperti itu setiap hari.

Setelah ditanyakan sebabnya, ternyata gara-garanya adalah jepit rambut merah jambu.

Menghadiri jamuan, atau selalu pulang larut malam dengan alasan menemani klien?

Tanyaku pada Marlina, isteri Kevin.
“Tidak juga,” 
Jawab Marlina singkat.

Atau saat pulang Kevin selalu mengendap-ngendap jalannya, melarangmu menyentuh ponselnya, atau selalu menghindarimu saat dia menjawab panggilan telepon, mengirim SMS ?

Marlina menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaanku.
“Tidak juga,” 
gumamku.

Malah dia sering main game dengan ponsel Kevin.

Saya bertanya lagi, apa Kevin sering mengajakmu kalau ada jamuan, dan memuji-muji kebaikanmu di depan wanita lain? 

Marlina tampak terkejut mendengarnya. 
“Kok kamu tahu,” 
tanyanya heran.

Saya pun tersenyum mendengarnya, waktu kalian bertengkar tadi, apa Kevin menelepon rekan wanita sekantornya, kemudian menyuruh kamu mendengarnya, tapi kamu tolak ya? Marlina mengangguk.

Saya berdiri sambil berkata kepadanya, 
“Mar, coba kamu renungkan sejenak apa Kevin tipe pria seperti dugaanmu?”
Muka Marlina seketika memerah, ia merasa malu dan bersalah dengan dugaannya yang bukan-bukan.
“Apa benar aku salah telah menuduh Kevin yang tidak-tidak?” 
Gumamnya.

Saya pun beranjak keluar meninggalkan Marlina, dan melihat Kevin berdiri di koridor. Saat mau bicara, Kevin mengayunkan tangannya berkali-kali, dan mengatakan bahwa dia juga salah, tidak seharusnya terlalu emosi tadi sehingga membuat sobek piyama Marlina, isterinya. Katanya merasa bersalah.

Senang sekali melihat pasangan itu kembali rukun dan tersenyum mesra.

Sementara saya sedang tertawa, saya pun merenung, saat pria dan wanita akan merajut mahligai rumah tangga, tidak cukup hanya sekadar cinta atau jodoh, tapi harus saling percaya.

Ada wanita yang sering kali dikuasai oleh kabar burung di luar, dimana karena takut suaminya selingkuh, jadi kehilangan kepercayaan awalnya, dia mulai meragukan semuanya, mulai dari dugaan, prasangka hingga tuduhan yang berakhir pada keretakan rumah tangga.

Prasangka adalah sebilah pisau yang tak berwujud. Kalau tidak hati-hati, justru bukan saja melukai hati pria yang mencintaimu, tapi juga memutus urat nadimu sendiri.

Sayangnya, banyak wanita yang sudah menikah, selalu tidak mengerti dengan kebenaran ini, Jelas-jelas tidak tahu apa-apa, tapi berpura-pura mengerti, melihat gelas, tapi yang terbayang ular.
---------------------------------------------------------------------------------

Monday, January 22, 2018

Perjalanan Spiritual

January 22, 2018 0
Perjalanan Spiritual
Inilah Kisahku yang telah merubah hidupku, dari sebuah pencapaian Renungan Spiritual Yang Hilang. Disuatu tempat yang teramat Asing bagi siapapun mahkluk dibumi ini. Di Tahun 2006 yang lalu tersimpan sebuah cerita.
Dimasa sebelum itu, aku hanya seorang bocah anak SMA yang hidup di kegelapan dunia yang mencari jati diri dengan minuman keras dan narkoba

Dan dimasa aku menemukan sesuatu yang berharga itu dan kehilangan sesuatu yang berharga tapi mengingkarinya dan yang ada hanya pertarungan hati. Aku tersenyum bahagia, marah, duka dan benci berkemul didalam hatiku.

Aku melihatnya menari dari kejauhan dengan yang lain didepan mataku dengan jelas, ingin aku marah tapi terhenti karena senyum bahagianya. Aku memilih diam dan menjauh karena aku suka dengan senyum bahagianya. Walaupun tubuhku menjauh tapi jiwaku tidak pernah meninggalkannya karena aku tidak pernah mengucapkan kata
“Selamat Tinggal”.
Hingga di pertengahan Tahun 2006, ketika aku dibangku Kuliah aku menemuinya dan aku mendapat kabar kebahagiaan tentang dirinya. Aku ingin marah, tapi kembali aku dikalahkan dengan senyum bahagianya dan aku memilih diam dan menunjukkan wajah tegar didepanya seperti tidak pernah terjadi apa-apa.

Pergilah aku dengan menyebarkan berita itu kekawan-kawanku dan kekawan-kawannya dengan bangga tapi dengan hati yang kosong. 
---------------------------------------------------------------------------------
KEMATIAN SEJENAK
---------------------------------------------------------------------------------
Ketika hari Kebahagiaan itu telah tiba sambil menunggu waktu dimalam itu tiba, aku bertanya pada diriku didepan kaca 
“Apakah Kamu Yakin?” 
sambil menikmati barang-barang haram. 

Sambil Berteriak dalam hatiku 
“Aku Yakin?”
tanpa tersadar aku pun tergeletak dengan Darah dihidungku.

Didalam tidur itu aku bicara pada sebuah sosok hitam legam dengan mata merah membakar: “Sungguh aku tidak melakukan bunuh diri, sungguh ini hanya sebuah Kecelakaan yang diluar kehendakku? Aku tidak mau Mati....”
Dilemparnya Aku di dalam Bara Api itu dan merasa terbakarnya Kulitku hingga warnanya memerah menyala dan ketika hendak sampai dasarnya aku terbangun dengan nafas tersengal-sengal. Sambil melihat kiri-kananku, ternyata aku melihat kedua orang tuaku, lalu aku kembali tertidur.

Den keesokan paginya mulai aku dicerca pertanyaan oleh kedua orang tuaku.
---------------------------------------------------------------------------------
DIKIRIM KE PONDOK PESANTREN
---------------------------------------------------------------------------------
Setelah 1 minggu kejadian itu kedua orang tuaku mengajak aku kesuatu tempat di daerah Jatirejo Mojokerto dengan alasan mau menemui teman ibuku. Semula aku tidak pernah mengira akan berada disebuah Pondok Pesantren.

Disana, aku menemui dihadapkan dengan seorang Kyai, mereka melakukan pembicaraan-pembicaraan. Tidak lama kemudian, orang tuaku berpamitan dan meninggalkanku disitu tanpa memberi alasan ke aku. Dan aku hanya mengangguk.

Aku disitu hanya melamun dan diam, dan sekali-kali melihat kiri Kanan tanpa beranjak dari tempat hingga malam itu tiba. Lalu Kyai itu memanggilku, 
“Mas Dama ayo tumut kulo sedilut” 
aku hanya mengangguk.
---------------------------------------------------------------------------------
DITINGGAL DI KUBURAN
---------------------------------------------------------------------------------
Sampailah aku pada ditengah-tengah pemakaman umum, lalu Kyai itu berkata
“Jenengan Teng mriki rien nggeh? Kulo tak teng pondok. Mengkeh kulo bali mriki.” 
Akupun hanya mengangguk.

Lalu akupun sendirian di tengah makam sambil melihat makam-makam itu, dan aku melihat sesuatu. Sesuatu yang aneh dan tidak dapat aku jelaskan dengan kata.

Tidak lama kemudian Kyai itu datang dan bilang 
“Pun ta”. 
“Pun”. 
Balasku.

Inilah Awal Perubahan Hidupku, di Pondok Pesantren Miftahul Ulum, aku belajar tentang agama dengan waktu 2 bulan. 

Dan disitu aku menemukan jawaban tentang kehidupan dan aku mengamuflasekan sebagai Spiritual Alam Semesta. Disana aku melihat hal-hal yang menakjubkan tentang Keindahan yang nyata.

Tuhan meninjukan caranya untuk umatnya dan selalu membimbing kejalan-Nya, dari sebuah kematian sejenak aku berubah. 

Trimakasih Abah, atas bimbingannya... engkaulah Bapak sekalian Guru Bagiku...
---------------------------------------------------------------------------------
Your One Love My
(Fajar Harapan)
---------------------------------------------------------------------------------
Disana Sang Fajar memberi harapan
Memberi aroma yang wangi seharum bunga melati
Memunculkan mantra sakti 
yang tumbuh dari dasar hati
Memuji untuk yang patut dipuji
Yang suci, dan tersentuh oleh jemari-jemari malaikat hati
Yang dimurnikan oleh malaikat surgawi.
---------------------------------------------------------------------------------
TERSENYUMLAH JIKA ORANG YANG KAMU CINTAI BAHAGIA 
TUHAN MEMPERTEMUKAN KEPADA ORANG YANG SALAH DAHULU UNTUK DIPERTEMUKAN ORANG YANG BENAR
---------------------------------------------------------------------------------

Ketika Aku Menangis Dan Memeluk Istriku

January 22, 2018 0
Aku tidak berani menyebut diriku sebagai orang baik, tapi di mata banyak orang, aku adalah orang seperti itu. Stabil, berpenghasilan cukup, sayang istri.

Aku pikir dalam masyarakat sekarang yang banyak godaan, mampu untuk tidak tergoda dengan itu semua sudah lebih dari cukup untuk disebut sebagai pria yang baik.

Istriku adalah cinta pertamaku. Kami berpacaran selama 3 tahun sebelum memutuskan untuk menikah. Kami saling pengertian sangat dalam sehingga hanya dengan saling memandang saja, sudah tahu apa yang dipikirkan masing-masing.

Aku sendiri yakin bahwa kehidupan pernikahan kami seperti ini, karena itu, bisa dikatakan bahwa kami menjalani pernikahan yang bahagia.

Setelah menikah, istriku telah membuktikan dirinya sebagai wanita yang baik. Dia hampir menghentikan semua kegemaran dan kebiasaannya, serta segala hobi, demi memenuhi kewajiban dan tanggung jawab sebagai seorang istri.

Sebelum berangkat kerja di pagi hari, aku hanya tinggal duduk, sementara sarapan, perlengkapan dan baju kerja, sudah disiapkan oleh istri.

Saat pulang kerja, makan malam sudah siap di meja dan aku hanya tinggal makan saja. Semua pekerjaan rumah termasuk mencuci, menyapu dan mengepel juga sudah beres dikerjakan oleh istri.

Keadaan ini berlangsung cukup lama sehingga aku mulai merasa biasa dan berpikir bahwa memang seharusnya itu kewajiban seorang istri untuk suaminya.

Aku sama sekali tidak pernah melakukan pekerjaan apa pun di rumah, lambat laun, aku mulai merasa seperti raja, yang harus sudah disiapkan segala keperluannya di rumah.

Setelah kami punya anak pertama, tentu saja kesibukan istriku bertambah, dia tidak hanya mengurus rumah dan aku, tapi juga mengurus kebutuhan anak.

Aku sering melihatnya sibuk, namun aku tetap tidak sadar. Saat di rumah aku terkadang bermain dengan anak sebentar, dan hanya itu saja, tidak pernah membantu sedikit pun pekerjaan istri.

Setelah beberapa tahun, akhirnya anak kedua kami lahir. Seorang gadis kecil yang cantik kini menjadi anggota baru keluarga kami, dan tentu saja, itu artinya adalah tugas tambahan bagi istriku.

Suatu hari saat aku sedang bermain dengan anak kedua kami, anak pertama kami menangis, jadi istri yang saat itu sedang menyetrika, meninggalkan setrikaannya dan bergegas mendekati anak yang pertama.

Ternyata dia lapar dan minta dibuatkan susu, istriku pun segera memasak air untuk menyeduh susu, sambil menenangkan anak pertama kami.

Tiba-tiba telepon genggamku berbunyi, jadi aku bergegas ke kamar untuk mengangkat telepon. Hanya sebentar saja, telepon itu berlangsung selama sekitar 5 menit dan aku segera kembali ke anak yang kedua lagi.

Aku pun sangat terkejut, anak keduaku sedang bergelantungan di tepi ranjang, ternyata saat aku meninggalkannya rupanya dia berusaha turun sendiri dari ranjang.

Aku melihat istri sedang membuat susu untuk anak pertama, aku pun memanggilnya dan langsung memarahinya.
“Bagaimana sih kamu sebagai ibu, anak sendiri tidak diurus, lihat! Anakmu hampir jatuh dari ranjang!”
Istriku meminta maaf sambil menangis, dan buru-buru menggendong anak kami, dan terus meminta maaf karena lalai.

Beberapa hari kemudian, di kantor sedang akan diadakan rapat besar para direksi, jadi para karyawan diperbolehkan pulang lebih awal. Maka aku pun segera pulang.

Setelah tiba di rumah, saya menyadari bahwa istriku sedang mandi, dan, yang membuat aku terkejut, dia mandi tanpa menutup pintu kamar mandi.

Aku benar-benar tidak habis pikir dan langsung memarahinya
“Kamu tidak punya sopan santun ya? Apa tidak malu kamu telanjang dilihat orang? Untung aku yang masuk ke rumah, bagaimana jika orang lain yang masuk? ”
Dia menjawab, “
Sayang, ayo kesini, masuk ke kamar mandi bersama saya!”
Awalnya saya agak ragu dan bertanya-tanya dalam hati, tapi akhirnya aku masuk ke kamar mandi juga.
“Nah, kamu lihat, dari sini kita bisa melihat jelas kedua anak kita, kalau aku menutup pintu kamar mandinya, lalu siapa yang akan mengawasi mereka.”
Bukan cuma itu, aku perhatikan istriku dengan sek sama ada beberapa bekas luka di tangannya dan bahwa betisnya juga mengalami varises, selain itu juga ada bagian tubuhnya yang memar.
Aku menanyakan bagaimana dia bisa mempunyai semua luka itu, dia menjelaskan bahwa semua itu terjadi saat dia melakukan pekerjaan rumah juga saat mengurus anak kami, tangannya melepuh terkena air panas untuk menyeduh susu, varisesnya terjadi karena dia mengangkat barang berat cukup lama.

Tepat saat itu, anak kedua kami menangis, tanpa berpakaian dan dengan hanya mengenakan handuk, istriku segera menghampiri anak kami, dia segera berusaha menenangkannya.

Ternyata anak kami mengompol, dan dia segera mengganti celananya, celana yang kotor itu ditaruh ke keranjang cucian, saat itu saya baru menyadari satu hal.

Biasanya saat pulang kerja di waktu biasa, semua cucian sudah selesai dicuci, kali ini saya melihat di tumpukan baju kotor itu, ada bajuku, bajunya, serta baju kotor kedua anak kami, itu adalah satu tumpukan baju kotor yang sangat banyak.

Aku baru menyadari bahwa selama ini, tanpa aku ketahui, ternyata istriku telah menanggung beban pekerjaan yang begitu banyak.

Tiba-tiba hatiku terasa sakit, aku merasa sedih sekaligus malu. Aku baru sadar, saat itu anak pertama kami baru berusia hampir 4 tahun, anak kedua kami hampir berusia 1 tahun.

Aku merasa bodoh dan bersalah, bagaimana bisa selama ini aku tidak tahu kalau pekerjaan istriku sebegitu banyak, dan bahwa mengurus dua anak yang masih kecil ini, sebegitu repot.

Aku memeluk istriku, aku menangis dan meminta maaf padanya.

Sejak hari itu setiap ada kesempatan aku pasti akan membantu pekerjaan istri, dan kini, bukan hanya istri, aku sendiri tidak menutup pintu kamar mandi saat mandi, supaya aku juga bisa terus mengawasi anak-anak kami.

Aku rasa, seharusnya memang seperti ini, sebagai suami istri, sudah sepantasnya saling membantu dan bekerja sama satu sama lain.

Tidak ada yang lebih tinggi atau yang lebih rendah di antara suami istri. Kehidupan suami istri yang bahagia, hanya bisa terwujud, jika kedua belah pihak mau saling memahami dan saling pengertian.
---------------------------------------------------------------------------------

Sunday, November 12, 2017

Si Pikun Yang Cerdas

November 12, 2017 0
🌻🌷 PIKUN TAPI CERDAS🌷🌻
〰〰〰〰〰

KAKEK : 
"Sayang... Ini teman papa. 
Namanya PAK RIO  !!".

NENEK : 
"Silahkan duduk, aku buatin minuman dulu yaa, Pa..."

KAKEK : 
"Sekalian sama kuenya, Darling...."

NENEK : "Iya Say...".

5 menit kemudian, si nenek menyuguhkan minuman dan kue

KAKEK : 
"Makasih, Honey".
(sambil cium mesra pipi istrinya).

NENEK : 
"Aku ke belakang lagi yaa, Pa..."

KAKEK : 
"Silahkan, Cantik". 
"Thanks yaaa, My Love..."

Pak Rio sangat kagum dengan kemesraan temennya dan istri temennya

PAK RIO :
"Kalian sdh menikah berapa lama..?"

KAKEK :
"40 tahun...Emangnya kenapa ?"

PAK RIO :
"Saya kagum..., kalian menikah sudah begitu lama, tapi koq masih mesra sekali seperti pengantin baru aja..."

KAKEK : "maksud kamu ?"

PAK RIO :
"Saya perhatikan dari tadi kamu manggil istrimu 5 sebutan yang sangat mesra..... 'sayang', 'darling', 'honey', 'my love', 'cantik'.... 
Apa rahasianya sih...?"

KAKEK : 
"Serius nih ?! Tapi janji yaa... Ini cuma antara kita berdua saja, jangan kasih tahu siapa - siapa yaa..."

PAK RIO : "OK" 

KAKEK : 
*"Ngene lho Pak Rio, sakjane .... AKU WIS LALI JENENGE BOJOKU KIE SOPO .... ??*

🤣😜🤣🍆🦆🦆💪
ojo ngguyu dewe  🌷🌷🌷🌷🌷

Thursday, January 21, 2016

Tukang Air Dan Tempayan Retak

January 21, 2016 0
Seorang tukang air memiliki dua tempayan besar, masing-masing bergantung pada kedua ujung sebuah pikulan, yang dibawa menyilang pada bahunya. 

Satu dari tempayan itu retak, yang satunya tidak. Tempayan yang tidak retak selalu dapat membawa air penuh dari mata air ke rumah majikannya, sedang tempayan retak itu hanya dapat membawa air setengah penuh.
Selama dua tahun, hal ini terjadi setiap hari. Si tempayan yang tidak retak merasa bangga akan prestasinya, karena dapat menunaikan tugasnya dengan sempurna. Namun si tempayan retak merasa malu sekali akan ke tidak sempurnanya dan merasa sedih sebab ia hanya dapat memberikan setengah dari yang seharusnya dapat diberikannya. Tertekan oleh kegagalan ini, tempayan retak itu berkata kepada si tukang air, “Saya sungguh malu pada diri saya sendiri, dan saya ingin mohon maaf kepadamu.” “Kenapa?” tanya si tukang air, “Kenapa kamu merasa malu?”

“Saya hanya mampu, selama dua tahun ini, membawa setengah porsi air karena retakan pada sisi saya telah membuat air yang saya bawa bocor sepanjang jalan menuju rumah majikan kita. Karena cacatku itu, saya telah membuatmu rugi.” kata tempayan itu.

Si tukang air merasa kasihan pada si tempayan retak dan berkata, “Jika kita kembali ke rumah majikan besok, aku ingin kamu memperhatikan bunga-bunga indah di sepanjang jalan.”

Benar, ketika mereka naik ke bukit, si tempayan retak memperhatikan dan baru menyadari bahwa ada bunga-bunga indah di sepanjang sisi jalan, dan itu membuatnya sedikit terhibur.

Kata tukang air kepada tempayan retak, “Apakah kamu memperhatikan adanya bunga-bunga di sepanjang jalan di sisimu tapi tidak ada bunga di sepanjang jalan di sisi tempayan lain yang tidak retak itu. Itu karena aku selalu menyadari akan cacatmu dan aku memanfaatkannya. Aku telah menanam benih-benih bunga di sepanjang jalan di sisimu, dan setiap hari jika kita berjalan pulang dari mata air, kamu mengairi benih-benih itu. Selama dua tahun ini aku telah dapat memetik bunga-bunga indah itu untuk menghias meja majikan kita. Tanpa kamu sebagaimana kamu adanya, majikan kita tak akan dapat menghias rumahnya seindah sekarang.”

Slalu Ada Keju Gratis Dalam Perangkap Tikus

January 21, 2016 0
Konon di satu saat yang telah lama berlalu, Elang dan Kalkun adalah burung yang menjadi teman yang baik. 

Dimana pun mereka berada, kedua teman selalu pergi bersama-sama. Tidak aneh bagi manusia untuk melihat Elang dan Kalkun terbang bersebelahan melintasi udara bebas.
Satu hari ketika mereka terbang, Kalkun berbicara pada Elang, “Mari kita turun dan mendapatkan sesuatu untuk dimakan. Perut saya sudah keroncongan nih!”. Elang membalas, “Kedengarannya ide yang bagus”.

Jadi kedua burung melayang turun ke bumi, melihat beberapa binatang lain sedang makan dan memutuskan bergabung dengan mereka. Mereka mendarat dekat dengan seekor Sapi. Sapi ini tengah sibuk makan jagung, namun sewaktu memperhatikan bahwa ada Elang dan Kalkun sedang berdiri dekat dengannya, Sapi berkata, “Selamat datang, silakan cicipi jagung manis ini”.

Ajakan ini membuat kedua burung ini terkejut. Mereka tidak biasa jika ada binatang lain berbagi soal makanan mereka dengan mudahnya. Elang bertanya, “Mengapa kamu bersedia membagikan jagung milikmu bagi kami?”. Sapi menjawab, “Oh, kami punya banyak makanan disini. Tuan Petani memberikan bagi kami apapun yang kami inginkan”. Dengan undangan itu, Elang dan Kalkun menjadi terkejut dan menelan ludah. Sebelum selesai, Kalkun menanyakan lebih jauh tentang Tuan Petani.

Sapi menjawab, “Yah, dia menumbuhkan sendiri semua makanan kami. Kami sama sekali tidak perlu bekerja untuk makanan”. Kalkun tambah bingung, “Maksud kamu, Tuan Petani itu memberikan padamu semua yang ingin kamu makan?”. Sapi menjawab, “Tepat sekali!. Tidak hanya itu, dia juga memberikan pada kami tempat untuk tinggal.” Elang dan Kalkun menjadi syok berat!. Mereka belum pernah mendengar hal seperti ini. Mereka selalu harus mencari makanan dan bekerja untuk mencari naungan.

Ketika datang waktunya untuk meninggalkan tempat itu, Kalkun dan Elang mulai berdiskusi lagi tentang situasi ini. Kalkun berkata pada Elang, “Mungkin kita harus tinggal di sini. Kita bisa mendapatkan semua makanan yang kita inginkan tanpa perlu bekerja. Dan gudang yang disana cocok dijadikan sarang seperti yang telah pernah bangun. Di samping itu saya telah lelah bila harus selalu bekerja untuk dapat hidup.”

Elang juga goyah dengan pengalaman ini, “Saya tidak tahu tentang semua ini. Kedengarannya terlalu baik untuk diterima. Saya menemukan semua ini sulit untuk dipercaya bahwa ada pihak yang mendapat sesuatu tanpa imbalan. Di samping itu saya lebih suka terbang tinggi dan bebas mengarungi langit luas. Dan bekerja untuk menyediakan makanan dan tempat bernaung tidaklah terlalu buruk. Pada kenyataannya, saya menemukan hal itu sebagai tantangan menarik”.

Akhirnya, Kalkun memikirkan semuanya dan memutuskan untuk menetap dimana ada makanan gratis dan juga naungan. Namun Elang memutuskan bahwa ia amat mencintai kemerdekaannya dibanding menyerahkannya begitu saja. Ia menikmati tantangan rutin yang membuatnya hidup. Jadi setelah mengucapkan selamat berpisah untuk teman lamanya Si Kalkun, Elang menetapkan penerbangan untuk petualangan baru yang ia tidak ketahui bagaimana ke depannya.

Semuanya berjalan baik bagi Si Kalkun. Dia makan semua yang ia inginkan. Dia tidak pernah bekerja. Dia bertumbuh menjadi burung gemuk dan malas. Namun suatu hari dia mendengar istri Tuan Petani menyebutkan bahwa Hari raya Thanks giving akan datang beberapa hari lagi dan alangkah indahnya jika ada hidangan Kalkun panggang untuk makan malam. Mendengar hal itu, Si Kalkun memutuskan sudah waktunya untuk pergi dari pertanian itu dan bergabung kembali dengan teman baiknya, si Elang.

Namun ketika dia berusaha untuk terbang, dia menemukan bahwa ia telah tumbuh terlalu gemuk dan malas. Bukannya dapat terbang, dia justru hanya bisa mengepak-ngepakkan sayapnya. Akhirnya di Hari Thanks giving keluarga Tuan Petani duduk bersama menghadapi panggang daging Kalkun besar yang sedap.

Ketika anda menyerah pada tantangan hidup dalam pencarian keamanan, anda mungkin sedang menyerahkan kemerdekaan anda…Dan Anda akan menyesalinya setelah segalanya berlalu dan tidak ada KESEMPATAN lagi…

Seperti pepatah kuno “selalu ada keju gratis dalam perangkap tikus”.

Bunga Mawar

January 21, 2016 0
Suatu ketika, ada seseorang pemuda yang mempunyai sebuah bibit mawar. Ia ingin sekali menanam mawar itu di kebun belakang rumahnya. Pupuk dan sekop kecil telah disiapkan. 

Bergegas, disiapkannya pula pot kecil tempat mawar itu akan tumbuh berkembang. Dipilihnya pot yang terbaik, dan diletakkan pot itu di sudut yang cukup mendapat sinar matahari. Ia berharap, bibit ini dapat tumbuh dengan sempurna.
Disiraminya bibit mawar itu setiap hari. Dengan tekun, dirawatnya pohon itu. Tak lupa, jika ada rumput yang mengganggu, segera disianginya agar terhindar dari kekurangan makanan. Beberapa waktu kemudian, mulailah tumbuh kuncup bunga itu. Kelopaknya tampak mulai merekah, walau warnanya belum terlihat sempurna. Pemuda ini pun senang, kerja kerasnya mulai membuahkan hasil. Diselidikinya bunga itu dengan hati-hati. Ia tampak heran, sebab tumbuh pula duri-duri kecil yang menutupi tangkai-tangkainya. Ia menyesalkan mengapa duri-duri tajam itu muncul bersamaan dengan merekahnya bunga yang indah ini. Tentu, duri-duri itu akan mengganggu keindahan mawar-mawar miliknya.

Sang pemuda tampak bergumam dalam hati, “Mengapa dari bunga seindah ini, tumbuh banyak sekali duri yang tajam? Tentu hal ini akan menyulitkanku untuk merawatnya nanti. Setiap kali kurapikan, selalu saja tanganku terluka. Selalu saja ada bagian dari kulitku yang tergores. Ah pekerjaan ini hanya membuatku sakit. Aku tak akan membiarkan tanganku berdarah karena duri-duri penganggu ini.”

Lama kelamaan, pemuda ini tampak enggan untuk memperhatikan mawar miliknya. Ia mulai tak peduli. Mawar itu tak pernah disirami lagi setiap pagi dan petang. Dibiarkannya rumput-rumput yang mengganggu pertumbuhan mawar itu. Kelopaknya yang dahulu mulai merekah, kini tampak merona sayu. Daun-daun yang tumbuh di setiap tangkai pun mulai jatuh satu-persatu. Akhirnya, sebelum berkembang dengan sempurna, bunga itu pun meranggas dan layu.

Jiwa manusia, adalah juga seperti kisah tadi. Di dalam setiap jiwa, selalu ada ‘mawar’ yang tertanam. Tuhan yang menitipkannya kepada kita untuk dirawat. Tuhan-lah yang meletakkan kemuliaan itu di setiap kalbu kita. Layaknya taman-taman berbunga, sesungguhnya di dalam jiwa kita, juga ada tunas mawar dan duri yang akan merekah.

Namun sayang, banyak dari kita yang hanya melihat “duri” yang tumbuh. Banyak dari kita yang hanya melihat sisi buruk dari kita yang akan berkembang. Kita sering menolak keberadaan kita sendiri. Kita kerap kecewa dengan diri kita dan tak mau menerimanya. Kita berpikir bahwa hanya hal-hal yang melukai yang akan tumbuh dari kita. Kita menolak untuk menyirami” hal-hal baik yang sebenarnya telah ada. Dan akhirnya, kita kembali kecewa, kita tak pernah memahami potensi yang kita miliki.

Banyak orang yang tak menyangka, mereka juga sebenarnya memiliki mawar yang indah di dalam jiwa. Banyak orang yang tak menyadari, adanya mawar itu. Kita, kerap disibukkan dengan duri-duri kelemahan diri dan onak-onak kepesimisan dalam hati ini. Orang lain lah yang kadang harus menunjukkannya.

Jika kita bisa menemukan “mawar-mawar” indah yang tumbuh dalam jiwa itu, kita akan dapat mengabaikan duri-duri yang muncul. Kita, akan terpacu untuk membuatnya akan membuatnya merekah, dan terus merekah hingga berpuluh-puluh tunas baru akan muncul. Pada setiap tunas itu, akan berbuah tunas-tunas kebahagiaan, ketenangan, kedamaian, yang akan memenuhi taman-taman jiwa kita. Kenikmatan yang terindah adalah saat kita berhasil untuk menunjukkan diri kita tentang mawar-mawar itu, dan mengabaikan duri-duri yang muncul.

Semerbak harumnya akan menghiasi hari-hari kita. Aroma keindahan yang ditawarkannya, adalah layaknya ketenangan air telaga yang menenangkan keruwetan hati. Mari, kita temukan “mawar-mawar” ketenangan, kebahagiaan, kedamaian itu dalam jiwa-jiwa kita. Mungkin, ya, mungkin, kita akan juga berjumpa dengan onak dan duri, tapi janganlah itu membuat kita berputus asa. Mungkin, tangan-tangan kita akan tergores dan terluka, tapi janganlah itu membuat kita bersedih nestapa.

Biarkan mawar-mawar indah itu merekah dalam hatimu. Biarkan kelopaknya memancarkan cahaya kemuliaan-Nya. Biarkan tangkai-tangkainya memegang teguh harapan dan impianmu. Biarkan putik-putik yang dikandungnya menjadi bibit dan benih kebahagiaan baru bagimu. Sebarkan tunas-tunas itu kepada setiap orang yang kita temui, dan biarkan mereka juga menemukan keindahan mawar-mawar lain dalam jiwa mereka. Sampaikan salam-salam itu, agar kita dapat menuai bibit-bibit mawar cinta itu kepada setiap orang, dan menumbuh-kembangkannya di dalam taman-taman hati kita.