Kumpulan Artikel Kami

Showing posts with label Sosial Budaya. Show all posts
Showing posts with label Sosial Budaya. Show all posts

Sunday, May 12, 2019

H Budi Leksono SH Lebih pantas menjadi Walikota Surabaya

May 12, 2019 0
Seusai Pilgub Jatim 2018, Pilpres dan Pileg 2019, kini Kota Surabaya kembali dipanaskan oleh pesta politik Pilwali (Pemilihan Wali Kota) Surabaya 2020.

Publik Kota Surabaya akan dipanaskan dengan sosok calon pengganti Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, yang diketahui sudah dua periode menjabat sebagai orang nomor satu di Kota Pahlawan.
Sosok pengganti Tri Rismaharini diharapkan warga dapat membangun Kota Surabaya lebih baik.

Sebelumnya, saat dipimpin Tri Rismaharini, Kota Surabaya banyak meraih berbagai macam penghargaan, baiknasional maupun internasional.

Hal tersebut membuat pengganti Tri Rismaharini harus merupakan sosok pemimpin yang tidak hanya mengayomi, namun juga harus visioner dan dapat melihat tantangan ke depannya.

Kriteria calon pemimpin Kota Surabaya menjadikan kontestasi Pilwali Surabaya 2020 menjadi sangat menarik.

Ke depannya, para partai politik tentu akan memperhitungkan dengan matang siapa pasangan calon yang akan diusung dan didukung pada Pilwali Surabaya 2020.

Daat ini mungkin prestige Kota Surabaya akan dipertaruhkan dalam Pilwali Surabaya 2020 mendatang.
Kota Surabaya saat ini sudah memiliki prestige dalam melakukan 6 in 1.

Di antaranya kemudahan pengurusan online untuk semua dokumen penting seperti akte kelahiran, kematian, pernikahan, perceraian, surat pindah datang dan pindah ke luar. Ini prestasi pelayanan publik yang luar biasa.

Saat ini calon pemimpin di Surabaya mempunyai tugas yang berat, karena harus memiliki kapasitas untuk membuat inovasi yang serupa dengan yang dilakukan oleh Tri Rismaharini.

Nah ini tantangan serius yang perlu dipikirkan partai-partai atau pihak independen yang hendak mengajukan calonnya.

Sudah waktunya parpol mengedepankan meritokrasi dalam mengajukan dan mengusung calonnya, bukan hanya sekadar pengurus partai.

Dalam hal ini, meritokrasi menjadi penting untuk prasyarat utama dalam mengajukan calon pemimpin.

Sebab hanya orang yang cakap dan cerdas bekerjalah yang layak maju mencalonkan diri, jangan sekadar punya dana atau mesin politik.

Wali Kota mendatang harus bisa lebih baik dari Bu Risma, atau setidaknya mempertahankan prestasi-prestasi beliau. Itu tantangannya.

Bahkan, Kompi Surabaya juga menjaring beberapa nama yang menurut pihaknya pantas untuk dimunculkan sebagai kandidat penerus kepemimpinan Tri Rismaharini.

Sampai bulan ini, beberapa nama yang dimunculkan menjadi pengganti Tri Rismaharini, mulai dari birokrat, religius, politisi hingga tokoh muda.

Di antara nama-nama tersebut, berikut nama calon kandidat versi Kompi Surabaya yang layak menjadi penerus kepemimpinan Tri Rismaharini:
  1. H. Budi Leksono atau Cak Bulek
  2. Sekjen Jaringan Kiai Santri Nasional, KH Zahrul Azhar Asad atau Gus Hans.
  3. Presiden Klub Persebaya Surabaya, Azrul Ananda.
  4. Wakil Wali Kota Surabaya, Wisnu Sakti Buana.
  5. Politisi muda dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dhimas Anugrah.
  6. Kepala Bappeko Kota Surabaya, Eri Cahyadi.
  7. Mantan Wakil Wali Kota Surabaya, Arif Afandi.
  8. Politisi PKB, Fandi Utomo.
H Budi Leksono SH Lebih pantas menjadi Walikota Surabaya
Bagi warga Kel. Jepara Surabaya, H. Budi Leksono adalah Seorang Bapak yang dapat menjadi panutan bagi seluruh lapisan masyarakat. Sifatnya yang merakyat dan jiwa sosial yang tinggi dan beliau dikenal ringan tangan dalam membantu masyarakat khusunya wong cilik ditambah lagi sifatnya yang rendah hati dan bersifat Woro pada Para Ulama dan Sesepuh Kampung.

H Budi Leksono lebih sering bergelut dengan wajah kumuh masyarakat kota Surabaya, hal inilah yang membuat beliau lebih mengenal kebutuhan Wong Cilik.
Teko Wong Cilik Damel Wing Cilik.
Mungkin pribahasa itu cocok disematkan kedalam peran H. Budi Leksono.

Dimana kita ketahui kawasan kumuh identik sebuah kawasan dengan tingkat kepadatan populasi tinggi di sebuah kota yang umumnya dihuni oleh masyarakat miskin. Kawasan kumuh dapat ditemui di berbagai kota besar di dunia. 

Kawasan kumuh umumnya dihubung-hubungkan dengan tingkat kemiskinan dan pengangguran tinggi. 

Kawasan kumuh dapat pula menjadi sumber masalah sosial seperti kejahatan, obat-obatan terlarang dan minuman keras. 

Di Kota Surabaya, kawasan kumuh juga menjadi pusat masalah kesehatan karena kondisinya yang tidak higienis.

Dengan menjaring Aspirasi Masyarakat, H. Budi Leksono, SH. berharap mampu mencari solusi yang terbaik bagi wong cilik.

Thursday, April 18, 2019

Pesan Moral Politik 2019

April 18, 2019 0
Realitas politik adalah pertarungan antara kekuatan dan kepentingan yang tidak ada kaitan dengan etika, politik dibangun bukan dari yang ideal dan tidak tunduk pada apa yang seharusnya, alam politik kecenderungan umumnya adalah menghalalkan segala cara. Itulah politik yang diajarkan Machiavely.

Immanuel Kant menyebutkan ada dua watak yang terselip di setiap insan politik yaitu watak merpati dan ular. Gaya lemah lembut, dan gaya licik, selalu berusaha untuk memangsa. Gaya politik seseorang ditakar tergantung watak mana yang lebih dominan dari kedua watak itu.
Namun lain lagi bagi Aristoteles yang menyatakan politik itu bertujuan mulia, dan untuk itulah etika politik dibutuhkan untuk membuat prilaku politik yang santun.

Pandangan Aristoteles sama dengan Al Ghazali dan Ibnu Taimiyyah yang tidak memisahkan etika dan politik. Al Ghazali menyatakan agama adalah dasar, dan kekuasaaan adalah penjaganya. Sesuatu tanpa dasar akan runtuh dan suatu dasar tanpa kekuatan akan hilang.

Di sinilah kita sepakat pada sebuah diskursus yang berbunyi Moral Politik.

Dalam sebuah obrolan kecil kami bersama sahabat-sahabat aktifis alumni Al Azhar ketika saya ditanya, apa gerangan yang dibutuhkan Indonesia dari sosok TGB Muhammad Zainul Majdi?

Saya dengan pasti dan bersemangat mengatakan,
Dalam diri TGB ada mutiara yang harus tertransformasi bagi bangsa Indonesia yaitu moral politiknya.

Salah satu langkah politik TGB yang penuh dengan perhitungan dan pandangan futuristic serta tanggungjawab keummatannya adalah ketika mengumumkan dirinya lebih mendukung memberi kesempatan kepada Presiden Indonesia incumbent (Joko Widodo) untuk melanjutkan periode 5 tahun pemerintahan berikutnya, dengan konstitusional tentunya.

Sebagian besar ummat dan bahkan mayoritas politisi terkaget sontak dengan langkah TGB ini, bahkan lebih dari 3 hari halaman media mainstream dan media sosial hanya berkutat di issyu yang digerakkan TGB ini. Apalagi beberapa bulan sebelumnya sudah dikompanyekan tagar 2019 Ganti Presiden oleh salah satu partai.

Bagi saya, salah satu pelajaran yang bisa diambil dari langkah tersebut adalah,
Berhentilah politik negeri ini dalam keasyikannya saling hina menghina.
Hasilnya? Dahsyat….

Arah politik negeri ini dipaksa untuk kembali bermuhasabah, berintrospeksi diri jangan-jangan selama ini kita hanya pandai menghujat dan menagih orang dan kemudian diakhiri hanya dengan hinaan dan bahkan cacian. Moral politik seperti ini yang sebenarnya sangat jauh dari moral Indonesia yang ketimuran, etika yang sebenarnya tidak cocok dengan manusia Nusantara yang indah dan damai. Bahkan sama sekali tidak mencerminkan proto type akhlak Islam yang mayoritas di Indonesia.

Saya yakin, dalam upaya dan langkah cerdas ini, TGB telah berhasil mengibarkan bendera rekonsiliasi keummatan dan substansi politik kekuasaan yang dinamis dan bermartabat.

Islam bahkan telah jelas-jelas di contohkan oleh Rasululllah Muhammmad SAW dan para ulama serta para politikus ulung zaman keemasan Islam yang penuh dengan akhlak perdamaian dan kritik yang santun.

Kemaren, saya dan bangsa Indonesia dipertontonkan sebuah tampilan tausiah Aa Gym dan TGB Zainul Majdi di masjid negara Istiqlal yang isi tausiahnya Kedua Ulama ini membahas mutiara ayat 11-13 Al Quran Surat Al Hujurat, yang intinya adalah dengan detil Al Quran menuntun kita untuk tidak lagi memperolok-olokan orang lain, bisa jadi mereka yang diolok-olokan lebih baik dari yang mengolok-olokannnya.

Untuk aspirasi politik kita, sampaikan dengan santun dan konstitusional.
Stop Menghina!!
Mari jadikan moment 2019, tahun politik Indonesia yang mempertontonkan persaingan kebaikan (fastabiqul khoiroot).

Tulisan Ini Disusu Oleh: Zainurrofieq
Dan telah terbit di: www.wasathiyyah.com
Dengan Judul: Stop Menghina Orang, Pesan Moral Politik TGB

Sunday, March 3, 2019

Pentingnya Mengenal Misi Dan Visi RT.15 RW.02 Kel. Jepara Surabaya Sejak Kepengurusan Di Periode 2016

March 03, 2019 0
Latar Belakang
Untuk dapat memudahkan dalam pengorganisasian wilayah kerja, serta dapat lebih mengoptimalkan segala potensi yang ada di lingkungan sekitar RT.15 RW.02 Kel. Jepara Surabaya, maka wajib dibentuk suatu Misi Dan Misi Kepengurusan resmi di lingkungan RT. 15 RW. 02 Kel. Jepara Surabaya.
loading...

loading...
Tidak ada struktur atau susunan yang baku untuk suatu Kepengurusan RT. 15 RW. 02 Kel. Jepara Surabaya, semua disesuaikan dengan kebutuhan dan kreatifitas dari warga dan pengurus RT. 15 RW. 02 Kel. Jepara Surabaya setempat.

Organisasi-organisasi pendamping yang dibentuk oleh Pengurus RT. 15 RW. 02 Kel. Jepara Surabaya maupun atas inisiatif perorangan atau sekelompong warga juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung setiap kegiatan warga.
Masing-masing struktur tersebut sebaiknya dibuatkan Job Description (Penjabaran Tugas dan Tanggungjawabnya), supaya tidak terjadi benturan dan tumpang tindih pelaksanaan fungsi, dan disepakati bersama untuk dapat dilaksanakan secara bersama-sama.

Dalam hal ini, Pernyataan Misi merupakan sebuah pernyataan yang digunakan sebagai cara untuk mengomunikasikan tujuan dari sebuah organisasi. 

Walaupun sering tidak berubah dalam jangka waktu yang lama, sebuah organisasi tidak lazim memperbarui pernyataan misi mereka dan umumnya terjadi ketika sebuah organisasi berkembang. 

Pernyataan misi biasanya ringkas dan pernyataan sederhana yang menunjukkan ikhtisar apa tujuan organisasi tersebut dan di sektor manakah organisasi tersebut bekerja.

Misi yang tepat berfungsi sebagai penyaring untuk memisahkan apa yang penting dan apa yang tidak, menyatakan dengan jelas pasar manakah yang dituju dan bagaimana cara menyediakan jasa, serta mengomunikasikan orientasi atau arah organisasi tersebut menuju. 

Sebuah misi berbeda dengan visi, di mana misi adalah penyebab dan visi adalah efek dari penyebab tersebut. 

Sebuah misi merupakan sesuatu yang harus dicapai, sedangkan visi merupakan sesuatu yang harus dikejar untuk mencapai apa yang dimaksud dalam misi tersebut. 

Dalam kepengurusan RT.15 RW.02 Kel. Jepara Surabaya, pernyataan misi dikenal pula dengan misi perusahaan.

Pengertian Visi
Visi ialah pandangan jauh tentang suatu perusahaan ataupun lembaga dan lain-lain, visi juga dapat di artikan sebagai tujuan organisasi atau lembaga dan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuannya tersebut pada masa yang akan datang atau masa depan.

Visi tidak dapat dituliskan secara lebih jelas karena menerangkan mengenai detail gambaran sistem yang di tujuannya, ini disebabkan perubahan ilmu serta situasi yang sulit diprediksi selama masa yang panjang.

Di bawah ini beberapa persyaratan yang hendaknya dipenuhi oleh suatu pernyataan visi diantaranya meliputi:
  1. Berorientasi ke depan.
  2. Tidak dibuat berdasarkan kondisi pada saat ini.
  3. Mengekspresikan kreatifitas.
  4. Berdasar pada prinsip nilai-nilai yang mengandung penghargaan bagi masyarakat.
Pengertian Misi
Misi ialah suatu pernyataan tentang apa yang harus dikerjakan oleh organisasi atau lembaga dalam usaha mewujudkan visi tersebut. 

Misi perusahaan diartikan sebagai tujuan dan alasan mengapa organisasi atau lembaga itu dibuat. 

Misi juga akan memberikan arah sekaligus batasan-batasan proses pencapaian tujuan.

Tujuan Visi Dan Misi
Adapun tujuan Visi dan Misi sebagai berikut:
Tujuan Internal Visi dan Misi
  1. Membimbing pemikiran menajemen pada isu-isu strategis, terutama pada saat perubahan signifikan.
  2. Bantuan menentukan standar kinerja.
  3. Menginspirasi kepengurusan untuk bekerja lebih produktif dengan memberikan fokus dan umum tujuan.
  4. Panduan pengambilan keputusan masyarakat (warga).
  5. Membantu membentuk kerangka kerja untuk perilaku etis.
Tujuan Eksternal Visi dan Misi
  1. Mintalah dukungan eksternal.
  2. Menciptakan hubungan lebih dekat dan komunikasi yang lebih baik dengan pelanggan, pemasok dan mitra aliansi.
  3. Berfungsi sebagai alat hubungan masyarakat.
Berikut ini adalah Visis Dan Misi Kepengurusan RT. 15 RW. 02 Kel. Jepara Surabaya:

Visi Dan Misi
Kepengurusan RT. 15
RW. 02 Kel. Jepara Surabaya
VISI
Warga RT.15 RW.02 Kel. Jepara Surabaya Menjadi Masyarakat Yang Tangguh Dan Bermartabar.

MISI
  1. Setiap Masyarakat Harus dan Dapat Mengamalkan dan berpegang tengguh kepada PANCASILA dan UUD'45.
  2. Menerapkan Sitem Demokrasi, Mandiri, Kreasi, Kreatif Dan Trasparan.
  3. Menciptakan Dan Menjalin Rasa Persaudaraan Antar Sesama Lapisan Masyarakat baik di Tingkat RT maupun diluar Tingkatan Yang Lebih tinggi.
  4. Penggalian Potensi Dan Pengembangan Bakat Sejak Dini dalam membentuk SDM yang Bermartabat.
  5. Menumbuhkan Rasa Tanggung Jawab Peduli Lingkungan, Aturan Dan Hukum Yang Berlaku.
☆☆☆☆☆

Saturday, March 2, 2019

Jaring Aspirasi Masyarakat Di Panggung Politik 2019

March 02, 2019 0
JASMAS secara terminologis adalah sebagai kepanjangan Jaring Aspirasi Masyarakat.
Persepsi konsepsi direct-and-indirect-democracy mengkualifikasi Jasmas begitu fenomenal di DPRD

Inilah istilah yang amat akrab sebagai wahana perekatan antara Dewan dengan konstituennya. 

Jasmas memiliki makna ideal bagi pengembangan politik dan demokrasi dalam merajut komunikasi yang maton antara Dewan dan voters-nya. 

Jasmas di Dewan ini seolah melegenda dan berposisi menjadi landsmark kelembagaan yang baik dan selalu dinanti setiap memasuki gedung parlemen daerah ini. 

Jasmas menjadi mekanisme demokrasi yang kuat dalam jalinan kinerja antara anggota Dewan dengan para pemilihnya. 

Hubungan dan persemaian kehendak serta program kerja yang dibuatkan kebijakan oleh Dewan akan terbangun begitu santun melalui lahan Jasmas. 

Dalam konstalasi dan konstatasi institusional Dewan dipastikan bahwa Jasmas akan menentukan arah politik yang dengan mudah memposisikan Dewan sebagai sinterklas bagi konstituennya

Untuk itulah Jasmas benar-benar harus dimanfaatkan untuk konstruksi yang prospektif.

Dengan Jasmas para anggota Dewan mengetahui secara pasti apa yang menjadi kebutuhhan rakyat. 

Anggota Dewan yang melakukan Jasmas dengan alokasi anggaran yang sudah terang dicantumkan dalam APBD sudah selayaknya untuk menjaring dan merealisir benar-benar kehendak publiknya. 

Dewan akan mengerti apa yang diinginkan warganya dan selanjutnya Dewan akan membahas dengan eksekutif untuk menyusun kebijakan, program dan kegiatan yang harus dilakukan oleh organisasi perangkat daerah. 

Satuan-satuan kerja dan SKPD Pemerintah akan dengan mudah menyusun agendanya bagi pembangunan dengan dana rakyat yang sudah dipungut oleh pemerintah. 

Dewan dengan sendirinya akan memberikan arti penting bagi kesejahteraan rakyat melalui mekanisme Jasmas dan evaluasi yang bersanakan fungsi pengawasan. 

Pemerintah sendiri cenderung akan memiliki makna bagi rakyat karena telah menyusun program kerja sesuai dengan apa yang secara nyata dibutuhkan oleh masyarakat. 

Dalam hal ini Jasmas telah menjadi instrumen yang begitu demokratis dan birokratik dikala berfungsi sebagai In-focus Cristalisasi kebutuhan rakyat yang kemudian dituangkan dalam APBD. 

Dengan demikian APBD yang mengalokasikan anggaran untuk pembangunan kerakyatan dipastikan akan tepat sasaran yang tidak akan salah arah. 

Eksekutif dapat dengan mudah melakukan kinerja yang baik (good-performance) karena telah mengimplementasikan kebutuhan masyarakat dalam anggaran pemerintahan. 

Sementara itu Dewan juga akan dikenali oleh konstituennya sebagai anggota Dewan yang suka berderma dengan proyek-proyek yang dijanjikan sewaktu Jasmas dan tentu saja sewaktu kampanye pemilihan. 

Maka pada akhirnya Jasmas akan membuat political-cost yang murah bagi anggota Dewan. 

Apa artinya ini? 
Artinya adalah dengan Jasmas tadi anggota Dewan tidak perlu kampanye capek-capek dan biaya mahal sebab dia sudah investasi kebijakan untuk melakukan pembangunan sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang semula dijaring pandangannya melalui agenda Jasmas. 

Oleh karena itulah rakyat akan dengan mudah mengingat-ingat bahwa pembangunan di wilayahnya adalah karena berkat rahmat prestasi anggota Dewan yang berasal dari Dapilnya. 

Maka apabila para anggota Dewan akan mengajukan diri lagi sebagai Caleg, sudah dengan sendirinya tidak perlu biaya promosi untuk memperkenalkan diri seperti para caleg-caleg yang baru. 

Pendatang baru memang membutuhkan promisi melalui iklan-iklan secara gencar agar dikenal oleh rakyat di dapilnya. 

Akan tetapi untuk caleg yang berasal dari incumbent dipastikan tidak perlu biaya besar untuk mengkampanyekan diri sebab warga Dapil dipastikan sudah sangat mengenal dan dekat dengan Sang Dutanya, sebab kehendak rakyatnya sudah dipenuhi melalui program Jasmas.

Maka adalah sebuah keanehan apabila anggota Dewan yang masih menjabat dan hendak bertanding untuk menjadi caleg pada pemilu 2019 ternyata masih sibuk kampanye di dapil yang sudah mengusungnya tempo hari. 

Apabila ada anggota Dewan yang masih kurang dikenal di dapilnya dapat dipastikan bahwa anggota dewan demikian kurang melakukan Jasmas atau jangan-jangan tidak melakukan Jasmas sama sekali atau sudah melakukan Jasmas Cuma yang setengah hati. 

Tegasnya jangan-jangan memang ada Jasmas-jasmasan alias ada Jasmas yang formalitas belaka. 

Berarti ada anggaran Jasmas yang terserap habis tetapi tidak dapat dirasakan oleh konstituen karena memang banyak resapannya di banyak tempat sepanjang perjalanan. 

Apabila ini yang terjadi maka adalah kerugian besar bagi anggota Dewan yang bersangkutan karena tidak amanah dan mengabaikan konstituen. 

Untuk itulah kalau sampai hari ini ada anggota Dewan yang menjadi Caleg dan tidak pernah menebar gambar-gambar sudah mungkin bahwa yang bersangkutan telah melakukan Jasmas dengan baik dan tidak khawatir tidak dikenal oleh konstituennya untuk selanjutnya didukung. 

Sedangkan terhadap para caleg yang kini sudah duduk menjadi anggota Dewan tetapi masih sibuk pasang poster besar-besar di pinggir-pinggir jalan itu adalah indikasi paling terang bahwa dia belum terkenal. 

Atau memang si caleg patut dipertanyakan bahwa selama menjadi anggota Dewan memang tidak memberi banyak manfaat bagi konstituennya, sehingga perlu cetak gambar besar dan beragam. 

Tentu saja indikator Jasmas ini bukan indikator intelektual murni melainkan indikator nalar-nalar yang diutak atik gatuk. 

Tetapi satu hal yang pasti adalah bahwa Jasmas sebenarnya dapat dimanfaatkan sebagai kanal pengembangan citra diri yang baik di mata konstituen. 

Bagaimana tidak? 
Anggota Dewan yang melakukan Jasmas dan menyerap kehendak publiknya untuk selanjutnya dialokasikan anggarannya untuk merealisasikan melalui dana APBD yang itu milik publik. 

Tetapi oleh konstituennya dana yang merealisasi impian-impian konstituen tersebut sebagaimana telah dicatat oleh publik dianggap dari Sang Dewan karena memang diperjuangkan oleh anggota Dewan yang berasal di dapil tersebut. 

Jelaslah bahwa Jasmas pasti benarp-benar menjadi sarana kampanye yang efektif dan tidak kentara di samping menjadi instrumen politik untuk menjahit hati rakyat dengan program yang sesuai dengan kehendaknya.

Dalam era sekarang rakyat tentu tidak bisa diberi janji-janji korong yang berupa Jual Mulut.

Sekarang yang dibutuhkan rakyat adalah alokasi dana yang nyata yang diperuntukkan bagi pengembangan wilayah dan dirinya sendiri. 

Rakyat ingin membangun kehidupannya yang lebih baik mengenai kondisi sosial yang infrastrukturnya juga harus baik. 

Hal inilah yang dikehendaki oleh rakyat melalui wakil-wakil mereka di Dewan. 

Anggota Dewan yang cukup piawai dalam menyuarakan kebutuhan rakyatnya dipastikan bahwa anggota yang seperti itu akan terus dipilih oleh warganya. 

Andai saja anggapan untuk kampanye bagi caleg incumbent dengan yang pendatang baru tersebut benar, maka caleg pendatang baru tentunya dengan mudah dapat dikalahkian oleh anggota Dewan yang telah berkuasa. 

Sebab dapilnya terbangun dan perjuangannya nyata dengan anggaran dalam APBD, sehingga tidak akan merusak pundi-pundi ekonominya secara pribadi. 

Sementara yang pendatang baru pasti biaya proibadi yang akan menguaras ekonomi keluarga dengan skala yang sangat beragam. 

Untuk itulah suatu kesia-siaan apabila anggota Dewan tidak memaksimalkan fungsi Jasmas sebagai bagian dari koridor komunikasi. 

Ya komunikasi ... yang tidak lain adalah ko (itu teko atau datang) dan muni adalah (ngomong) alias bunyi, selanjutnya setelah datang dan berbicara menyerap aspirasi rakyat, langkah berikutnya adalah kasi(k). 

Berilah rakyat sesuai dengan apa yang dibutuhkan, maka Anda akan terpilih kembali tanpa perlu kampanye dan pasang gambar berlusin-lusin. 
loading...

loading...
Gunakanlah Jasmas sebagai sarana maslahat bagi umat. 

Bukankah memang ini yang sudah sepatutnya dilakukan oleh Anggota Dewan yang terhormat? 
Suwun.
☆☆☆☆☆

Thursday, February 14, 2019

Valentine's Day

February 14, 2019 0
Valentine ini akan menjadi yang terindah dalam hidupku, karena ada kamu di belahan hatiku dan namamu mengalir di detak jantungku. 

Cinta tidak bisa dijadwalkan. 14 Februari hanya sebuah tanggal dalam kalender. 

Cinta itu seperti menelan cokelat panas sebelum mendingin. 
Ini akan membawa kamu dengan kejutan pada awalnya, tetapi kamu tetap hangat untuk waktu yang lama.

Cinta membuatku mengenalmu dan cinta pula yang membuatku tidak pernah bisa berhenti menyayangimu.

Selamat Hari Valentine untukmu cintaku, kamu adalah bintang yang berkelap-kelip setiap hari dalam hidupku. 
Alasan mengapa aku bersinar dengan begitu banyak kebahagiaan dan kegembiraan. 
Terimakasih telah menjadi inspirasi dalam hidupku.

Cintaku untukmu ada tiap hari, tidak hanya di Hari Valentine ini. 
I love you, baby. 
Happy Valentine’s Day.
☆☆☆☆☆
Hari Valentine (bahasa Inggris: Valentine's Day) atau disebut juga Hari Kasih Sayang, pada tanggal 14 Februari adalah sebuah hari di mana para kekasih dan mereka yang sedang jatuh cinta menyatakan cintanya di Dunia Barat.
Hari raya ini sekarang terutama diasosiasikan dengan para pencinta yang saling bertukaran notisi-notisi dalam bentuk "valentines". 

Simbol modern Valentine antara lain termasuk sebuah kartu berbentuk hati dan gambar sebuah Cupido (Inggris: cupid) bersayap. 

Mulai abad ke-19, tradisi penulisan notisi pernyataan cinta mengawali produksi kartu ucapan secara massal. The Greeting Card Association (Asosiasi Kartu Ucapan AS) memperkirakan bahwa di seluruh dunia sekitar satu miliar kartu valentine dikirimkan per tahun.

Hal ini membuat hari raya ini merupakan hari raya terbesar kedua setelah Natal di mana kartu-kartu ucapan dikirimkan. Asosiasi yang sama ini juga memperkirakan bahwa para wanitalah yang membeli kurang lebih 85% dari semua kartu valentine.

Di Amerika Serikat mulai pada paruh kedua abad ke-20, tradisi bertukaran kartu diperluas dan termasuk pula pemberian segala macam hadiah, biasanya oleh pria kepada wanita. 

Hadiah-hadiahnya biasa berupa bunga mawar dan cokelat. 

Mulai tahun 1980-an, industri berlian mulai mempromosikan hari Valentine sebagai sebuah kesempatan untuk memberikan perhiasan.

Sebuah kencan pada hari Valentine seringkali dianggap bahwa pasangan yang sedang kencan terlibat dalam sebuah relasi serius. 

Sebenarnya Valentine itu merupakan hari Percintaan, bukan hanya kepada pacar ataupun kekasih, Valentine merupakan hari terbesar dalam soal Percintaan dan bukan berarti selain valentine tidak merasakan cinta.

Di Amerika Serikat hari raya ini lalu diasosiasikan dengan ucapan umum cinta platonik "Happy Valentine's", yang bisa diucapkan oleh pria kepada teman wanita mereka ataupun teman pria kepada teman prianya dan teman wanita kepada teman wanitanya.

What Do People Do?
Many people around the world celebrate Valentine’s Day by showing appreciation for the people they love or adore. Some people take their loved ones for a romantic dinner at a restaurant while others may choose this day to propose or get married. Many people give greeting cards, chocolates, jewelry or flowers, particularly roses, to their partners or admirers on Valentine’s Day.
It is also a time to appreciate friends in some social circles and cultures. For example, Valentine's Day in Finland refers to “Friend's day”, which is more about remembering all friends rather than focusing solely on romance. Valentine's Day in Guatemala is known as Day of Love and Friendship). It is similar to Valentine’s Day customs and traditions countries such as the United States but it is also a time for many to show their appreciation for their friends.
Public Life
Valentine’s Day is not a public holiday in many countries, including Australia, Canada, the United Kingdom and the United States. However, restaurants, hotels and shopping centers may be busy around this time of the year.
Background
The origins of Valentine's Day are not clear but many sources believe that it stems from the story of St Valentine, a Roman priest who was martyred on or around February 14 in the year 270 CE. How he became the patron saint of lovers remains a mystery but one theory is that the church used the day of St Valentine’s martyrdom to Christianize the old Roman Lupercalia, a pagan festival held around the middle of February.
The ancient ceremony included putting girls’ names in a box and letting the boys draw them out. Couples would then be paired off until the following year. The Christian church substituted saints’ names for girls’ names in hope that the participant would model his life after the saint whose name he drew. However, it was once again girls’ names that ended up in the box by the 16th century.
Eventually the custom of sending anonymous cards or messages to those whom one admired became the accepted way of celebrating Valentine’s Day. There was an increase in interest in Valentine's Day, first in the United States and then in Canada, in the mid-19th century. Early versions of Valentine cards fashioned of satin and lace and ornamented with flowers, ribbons, and images of cupids or birds appeared in England in the 1880s.
Symbols
Hearts, the colors red and pink, roses, images and statues of cupids, and cupids’ bows and arrows symbolize the feeling of romance and love on Valentine’s Day. Cupid is usually portrayed as a small winged figure with a bow and arrow. In mythology, he uses his arrow to strike the hearts of people. People who fall in love are sometimes said to be “struck by Cupid's arrow”. The day focuses on love, romance, appreciation and friendship.

Sejarah
Perayaan Kesuburan bulan Februari
Asosiasi pertengahan bulan Februari dengan cinta dan kesuburan sudah ada sejak dahulukala. 

Menurut tarikh kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januaridengan pertengahan Februari adalah bulan Gamelion, yang dipersembahkan kepada pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera.

Di Roma kuno, 15 Februari adalah hari raya Lupercalia, sebuah perayaan Lupercus, dewa kesuburan, yang dilambangkan setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing. 

Sebagai bagian dari ritual penyucian, para pendeta Lupercus meyembahkan korban kambing kepada sang dewa dan kemudian setelah minum anggur, mereka akan lari-lari di jejalanan kota Roma sembari membawa potongan-potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai. 

Terutama wanita-wanita muda akan maju secara sukarela karena percaya bahwa dengan itu mereka akan dikarunia kesuburan dan bisa melahirkan dengan mudah.

Hari Raya Gereja
Menurut Ensiklopedi Katolik (Catholic Encyclopaedia 1908), nama Valentinus paling tidak bisa merujuk tiga martir atau santo (orang suci) yang berbeda:
  1. seorang pastor di Roma
  2. seorang uskup Interamna (modern Terni)
  3. seorang martir di provinsi Romawi Africa.
Koneksi antara ketiga martir ini dengan hari raya cinta romantis tidak jelas. 

Bahkan Paus Gelasius I, pada tahun 496, menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada yang diketahui mengenai martir-martir ini namun hari 14 Februari ditetapkan sebagai hari raya peringatan santo Valentinus.

Ada yang mengatakan bahwa Paus Gelasius I sengaja menetapkan hal ini untuk mengungguli hari raya Lupercalia yang dirayakan pada tanggal 15 Februari.

Sisa-sisa kerangka yang digali dari makam Santo Hyppolytus dia Via Tibertinus dekat Roma, diidentifikasikan sebagai jenazah St. Valentinus. 

Kemudian ditaruh dalam sebuah peti emas dan dikirim ke gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia. 

Jenazah ini telah diberikan kepada mereka oleh Paus Gregorius XVI pada 1836. 

Banyak wisatawan sekarang yang berziarah ke gereja ini pada hari Valentine, di mana peti emas diarak-arak dalam sebuah prosesi khusyuk dan dibawa ke sebuah altar tinggi. 

Pada hari itu sebuah misa khusus diadakan dan dipersembahkan kepada para muda-mudi dan mereka yang sedang menjalin hubungan cinta.

Hari raya ini dihapus dari kalender gerejawi pada tahun 1969 sebagai bagian dari sebuah usaha yang lebih luas untuk menghapus santo-santa yang asal usulnya bisa dipertanyakan dan hanya berbasis legenda saja. 

Namun pesta ini masih dirayakan pada paroki-paroki tertentu.

Valentinius
Guru ilmu Gnostisisme yang berpengaruh Valentinius, adalah seorang calon uskup Roma pada tahun 143. 

Dalam ajarannya, tempat tidur pelaminan memiliki tempat yang utama dalam versi Cinta Kasih Kristianinya. 

Penekanannya ini jauh berbeda dengan konsep... dalam agama Kristen yang umum. 

Stephan A. Hoeller, seorang pakar, menyatakan pendapatnya tentang Valentinius mengenai hal ini: 
Selain sakramen permandian, penguatan, ekaristi, imamat dan perminyakan, aliran gnosis Valentinius juga secara prominen menekankan dua sakramen agung dan misterius yang dipanggil "penebusan dosa" (apolytrosis) dan "tempat pelaminan"...".

Era abad pertengahan
Catatan pertama dihubungkannya hari raya Santo Valentinus dengan cinta romantis adalah pada abad ke-14 di Inggris dan Prancis, di mana dipercayai bahwa 14 Februari adalah hari ketika burung mencari pasangan untuk kawin. 

Kepercayaan ini ditulis pada karya sang sastrawan Inggris pertengahan ternama Geoffrey Chaucer pada abad ke-14. 

Ia menulis di cerita Parlement of Foules (Percakapan Burung-Burung) bahwa:
  1. For this was sent on Seynt Valentyne's day (Untuk inilah dikirim pada hari Santo Valentinus
  2. When every foul cometh there to choose his mate (Saat semua burung datang ke sana untuk memilih pasangannya)
Pada zaman itu bagi para pencinta sudah lazim untuk bertukaran catatan pada hari ini dan memanggil pasangan mereka "Valentine" mereka. 

Sebuah kartu Valentine yang berasal dari abad ke-14 konon merupakan bagian dari koleksi pernaskahan British Library di London.

Kemungkinan besar banyak legenda-legenda mengenai santo Valentinus diciptakan pada zaman ini. Beberapa di antaranya bercerita bahwa:
Sore hari sebelum Santo Valentinus akan gugur sebagai martir (orang suci dalam ajaran Katolik), ia menulis sebuah pernyataan cinta kecil yang diberikannya kepada sipir penjaranya yang tertulis, Dari Valentinusmu.
Ketika serdadu Romawi dilarang menikah oleh Kaisar Claudius II, santo Valentinus secara rahasia membantu menikahkan mereka.

Pada kebanyakan versi legenda-legenda ini, 14 Februari dihubungkan dengan keguguran sebagai martir.
loading...

loading...
Hari Valentine pada era modern
Hari Valentine kemungkinan diimpor oleh Amerika Utara dari Britania Raya, negara yang mengkolonisasi daerah tersebut. 

Di Amerika Serikat kartu Valentine pertama yang diproduksi secara massal dicetak setelah tahun 1847 oleh Esther A. Howland (1828 - 1904) dari Worcester, Massachusetts

Ayahnya memiliki sebuah toko buku dan toko peralatan kantor yang besar dan ia mendapat ilham untuk memproduksi kartu dari sebuah kartu Valentine Inggris yang ia terima. 
(Semenjak tahun 2001, The Greeting Card Association setiap tahun mengeluarkan penghargaan "Esther Howland Award for a Greeting Card Visionary".)
☆☆☆☆☆
CATATAN:
Kemajuan teknologi informasi mampu meruntuhkan tembok pemisah ruang dan waktu. Hingga berbagai budaya itu dianggap milik bersama. 

Maka banyak sekali kaum muslim yang ikut memeriahkan hari Valentine dengan berbagai tradisinya dan banyak pula kaum nasrani yang ikut memeriahkan hari raya. Bahkan mereka saling memberikan ucapan selamat.

Baiknya, bagi kaum muslimin (khususnya yang sering berinteraksi dengan kaum nasrani) harus berhati-hati karena bisa saja terjatuh dalam kekufuran apabila dia salah meletakkan niat (maksud hatinya). 

Karena dalam Bughyatul Musytarsyidin dengan jelas diterangkan bahwa:
  1. Apabila seorang muslim yang mempergunakan perhiasan/asesoris seperti yang digunakan kaum kafir dan terbersit dihatinya kekaguman pada agama mereka dan timbul rasa ingin meniru (gaya) mereka, maka muslim tersebut bisa dianggap kufur. Apalagi jikalau muslim itu sengaja menemani mereka ke tempat peribadatannya; 
  2. Apabila dalam hati muslim itu ada keinginan untuk meniru model perayaan mereka, tanpa disertai kekaguman atas agama mereka, hal itu terbilang sebagai dosa; Dan 
  3. Apabila muslim itu meniru gaya mereka tanpa ada maksud apa-apa maka hukumnya makruh.
(مسألة ي) حاصل ما ذكره العلماء فى التزيي بزي الكفار أنه إما أن يتزيا بزيهم ميلا إلى دينهم وقاصدا التشبه بهم فى شعائر الكفر أو يمشي معهم إلى متعبداتهم فيكفر بذالك فيهما وإما أن لايقصد كذلك بل يقصد التشبه بهم فى شعائر العيد أو التوصل إلى معاملة جائزة معهم فيأثم وإما أن يتفق له من غير قصد فيكره كشد الرداء فى الصلاة
Namun jika diperhatikan, fenomena sekarang tidaklah demikian. 

Kebanyakan kaum muda yang merayakan valentine dengan berbagai macam tradisinya itu sama sekali tidak berhubungan dengan agama. 

Bahkan jarang sekali dari mereka yang mengerti hubungan valentine dengan agama nasrani.

Yang berlaku sekarang dalam valentine (yang telah mentradisi di kalangan kaum muda juga para santri) menjurus kepada kemaksiatan yang dapat dihukumi haram. 

Misalkan merayakan valentine dengan mengutarakan rasa sayang di tempat yang sepi dan hanya berduaan. Atau merayakan valentine bersama-sama yang menggannggu ketertiban umum. 

Apalagi merayakannya dengan pestapora yang me-mubadzirkan harta. 

Sungguh semua itu diharamkan dalam ajaran Islam. 

Karena segala hal yang bisa dianggap menyebabkan terjadinya makshiayat hukumnya seperti maksyiatan itu sendiri. 

Demikian dalam Is'adurrafiq

ومنها الإعانة على المعصية أي على معصية من معاصي الله بقبول أو فعل أوغيره ثم إن كانت المعصية كبيرة كانت الإعانة عليها
MALAYSIA
Tokoh Islam di Malaysia mengingatkan umat Islam agar tidak menyambut Hari Kasih Sayang karena terdapat unsur Kristen. Perdana Menteri Datuk Seri Muhyiddin Yassin berkata, perayaan ini "tidak sesuai" untuk umat Islam.
Pada tahun 2011, pihak berwajib agama Malaysia menangkap lebih 100 pasangan Muslim karena merayakan Hari Kasih Sayang.
ARAB SAUDI
Di Arab Saudi pada tahun 2002 dan 2008, para tokoh agama mengharamkan penjualan segala barang-barang Hari Valentine karena disebut sebagai bagian dari kebudayaan Kristen. 
Larangan ini menimbulkan pasar gelap yang menjual mawar dan kertas kado.